Perusda Siap Tampung Jagung Kering Dari Petani

Atas: Mochamad Ramdhan,Dirut Perusda Gumas Perkasa.(Foto/Novri JK Handuran)
Bawah: Tanaman Jagung (Foto/net)

Kuala Kurun, Media Dayak

      Perusahaan Daerah (Perusda) Gunung Mas (Gumas) Perkasa siap menampung hasil panen jagung kering dari petani jagung di Gumas. Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perusda Gumas Perkasa Mochamad Ramdhan.

“Sekarang kami (Perusda) sudah siap menampung hasil produksi jagung kering dari masyarakat yang sudah melakukan panen di beberapa tempat di kabupaten Gunung Mas. Kami menampung dan membelinya dalam bentuk pipilan, dengan tingkat kekeringan 14 hingga 17 persen. Teman-teman petani yang sudah panen jagung kering pipilan, silahkan menghubungi kami, kami siap membelinya, ” kata Ramdhan, Selasa (3/12).

Rencana tersebut, lanjut dia sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gumas. DPKP menyambut baik dan mendukung.

Beberapa tempat yang sudah siap panen dan siap menjualnya ke Perusda, seperti petani jagung di Tewah, Kurun, Tumbang Hakau dan beberapa tempat lainnya di Gumas.

“Jagung kering dalam bentuk pipilan yang kami beli adalah jagung kering pipilan dengan standar mutu sesuai permintaan pabrik yang menjadi mitra Perusda, yang membelinya dari Perusda, yakni PT Japfa Comfeed di kecamatan Bati-Bati, kabupaten Tanah Laut, provinsi Kalsel. Usaha Japfa Comfeed salah satunya pembuatan pakan ternak dari jagung kering. PT Japfa Comfeed siap membeli, berapapun hasil yang dibawa ke mereka, asalkan sesuai standar mutu yang mereka tentukan,” jelas Ramdhan.

 “(Standar mutu) ini sudah kami sosialisasikan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, untuk disampaikan ke petugas penyuluh lapangan (PPL) dan selanjutnya disosialisasikan ke petani, sehingga hasil produksi jagung kering petani sesuai standar, yakni tingkat kekeringan 14 hingga 17 persen, kadar jamur tidak lebih dari 1 hingga 2 persen, dan bentuk pipilannya yang tidak rusak,” ulasnya.

Untuk harga beli dari petani, dia mengaku mengikuti standar harga yang sudah berlaku, dimana petani mendapat untung, petani tidak dirugikan.

“Jagung salah satu bagian dari program smart farming yang digagas Pak Bupati. Kami berharap masyarakat Gunung Mas menanamnya dan kami siap menampungnya,” kata Ramdhan. (Nov)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close