Perusahaan Diminta Tingkatkan Kebersihan, Pekerja/Tamu Dari Luar Daerah Diminta Diisolasi 1X24 Jam

Tim Gugus Tugas Penanganan Siaga Darurat Pencegahan Covid-19 Kalteng yang di pimpin oleh Leonard S Ampung saat gelar pers release di aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (18/3) sore. (Media Dayak Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

Sebagai langkah antisipasi terkait penyebaran Corona Virus Disease (covid-19), Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta perusahaan yang ada di daerah ini untuk meningkatkan kebersihan di lingkungan tempat kerja/perusahaan masing-masing.

Kepala Dinas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalteng R. Syahril Tarigan mengatakan himbauan itu untuk mencegah semaksimal mungkin penyebaran covid-19 di tempat kerja/perusahaan yang saat ini masih melakukan pengoperasian perusahaan.

Selain itu, pihaknya meminta perusahaan yang memiliki tenaga kerja asing (TKA) dalam waktu tiga bulan kedepan untuk tidak mendatangkan TKA yang baru. 

“Termasuk TKA yang sebelumnya sempat pulang ke negara asalnya, saat ini tidak bisa kembali, karena dari negara asalnya juga, mereka tidak diizinkan untuk keluar,” terang Syahrir saat mengadakan jumpa pers dengan awak media bersama tim Gugus Tugas Penanganan Siaga Darurat Pencegahan Covid-19 di aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (18/3) sore.

Selanjutnya, pihaknya juga meminta perusahaan untuk menunda penambahan karyawan dari luar daerah yakni dari luar provinsi Kalteng, serta mencegah semaksimal mungkin perjalanan pekerja (karyawan, red) di semua level tingkatan pekerjaan termasuk manajemen perusahaan untuk keluar daerah Kalteng.

“Jadi kita mengharapkan mereka (karyawan perusahaan,red) bekerja di dalam daerah saja, apalagi ke luar negeri, baik dalam rangka tugas maupun cuti, kita sama sekali tidak ijinkan,”tegas Kadisnakertrans Kalteng.

Ia menyebut jika dalam hal karena terpaksa, ada pekerja yang keluar daerah lalu kembali ke Kalteng, atau ada tamu yang datang ke Kalteng dalam rangka pekerjaan/bisnis. 

“Kita akan minta mereka diisolasi selama 1×24 jam sesuai dengan prosedur yang ada dibawah pengawasan tenaga medis, hal ini adalah upaya untuk mengurangi mobilitas para pekerja,” pungkasnya.(Ytm/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close