Peredaran Obat-obatan Menjadi Perhatian Dinkes Kalteng

Suyuti Syamsul, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng (Dayak Pos/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

   Maraknya peredaran obat-obat herbal tradisional yang dijual secara bebas dipinggiran jalan atau apotik di kota Palangka Raya dan Kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi sorotan Dinas Kesehatan setempat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, penjualan obat-obatan tersebut setelah dilakukan pengecekan oleh tim Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah ternyata banyak yang belum memiliki register dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) setempat sehingga bisa membahayakan bagi kesehatan.

Hal itu diungkapkan Suyuti Syamsul, saat melakukan pertemuan dengan Kepala Balai POM RI, Penny K. Lukito, yang melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka peningkatan pengawasan obat dan makanan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah, baru-baru ini.

Suyuti mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap obat-obatan tradisional herbal yang banyak dijual di pasaran, ternyata kebanyakan belum memiliki registrasi dari Balai POM, sehingga banyak warga yang mempertanyakan kepada pihaknya.

“Kami berharap obat herbal yang banyak dijual di pasaran bisa diberikan register, tentu pihak Balai POM melakukan pemeriksaan kandungan terhadap khasiat jamu atau obat herbal yang dijual tersebut, sehingga bisa diketahui apakah khasiat yang ditulis dalam kemasannya benar adanya, sesuai yang tertera di kemasan, karena bagi kami itu meragukan, dan mungkin saja bisa berdampak bagi kesehatan, pengguna obat tersebut,” ujarnya.

Kadinkes Kalteng juga berharap, apotik/toko obat yang menjadi mata rantai distribusi obat-obatan, dapat memastikan obat-obatan yang di jual, di produksi dengan benar sesuai ketentuan/standarisasi yang berlaku, agar tak merugikan konsumennya, sehingga tidak saja menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga pelaku usaha.(YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close