Penutupan Lokalisai Merupakan Komitmen Bersama

DEKLARASI-Lurah Melayu, kecamatan Teweh Tengah, Reddy Wahyu Nugraha saat membacakan Deklarasi Kabupaten Barito Utara Bebas Lokalisasi Prostitusi, di halaman kantor bupati, Rabu (4/12) kemarin. (Media Dayak: Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Drs Suhaemi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Provinsi Kalteng Dra Non Sihai mengatakan, bahwa pemerintah sudah berkomitmen menadikan Indonesia Bebas Lokalisasi Prostitusi tahun 2019.

“Hal ini merupakan wujud komitmen bersama pada kegiatan Rakornas Rehabilitasi Sosial pada tahun 2016. Hal ini telah ditindak lanjuti oleh pemerintah provinsi Kalteng,” kata Nonsihad.

Berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan diperoleh data bahwa di provinsi Kalteng terdapat 12 lokalisasi dan lokasi yang beroperasi, dengan rincian 7 (tujuh) lokalisasi dan lima yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

Sampai dengan tahun 2019 telah berhasil dilakukan penutupan sebanyak enam lokalisasi yang berada di kabupaten Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Katingan, di kota Palangka Raya pada 28 November lalu, dan terakhir di kabupaten Barito Utara yang sedang kita laksanakan penutupannya pada hari ini Rabu 4 Desember 2019.

“Penutupan lokalisasi yang dilakukan ini diharapkan mampu menghilangkan eksploitasi terhadap perempuan, menghilangkan kriminalisasi serta human trafficking, serta menjadi awal dan pintu keluar dari lembah hitam menuju kehidupan yang sejahtera,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa sampai sekarang tidak ada payung hukum secara nasional yang melegalkan adanya lokalisasi prostitusi.

“Dan bagi eks PSK yang akan dipulangkan kembali ke kampung halamannya masing-masing, saya menyampaikan selamat jalan semoga sampai dengan selamat dan bertemu dengan sanak keluarga,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa, penutupan lokalisasi yang dilakukan adalah untuk mengangkat harkat dan martabat kaum wanita. Dan diharapkan eks PSK dapat melanjutkan hidup yang lebih baik dan tidak menggantungkan hidup pada pekerjaan menjadi PSK dan kembali terjun ke lokalisasi lainnya.

“Kepada pemerintah daerah kabupaten Barito Utara, khususnya bapak Bupati Barito Utara, H Nadalsyah, sekali lagi saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen yang kuat terkait penutupan lokalisasi ini. Dan diharapkan agar kiranya lokasi eks lokalisasi yang telah ditutup dapat dibangun berbagai fasilitas umum yang berguna bagi masyarakat sekitarnya,” katanya. (lna)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close