Pengawasan Tambang dan Perkebunan Perlu Diperketat

Foto : H.M. Sriosako

Palangka Raya, Media Dayak

Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta kepada pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan maupun perkebunan di daerah ini. Pasalnya, akibat maraknya pertambangan ilegal serta banyaknya perusahaan perkebunan yang tidak mengantongi perizinan, diduga menjadi salah penyebab seringnya terjadi bencana alam di daerah ini.

Menurut Anggota DPRD Kalteng H.M. Sriosako, perlunya pengawasan aktivitas pertambangan dan perkebunan ini disampaikan masyarakat Kabupaten Katingan dan Gunung Mas (Gumas) kepada pihaknya saat melaksanakan kunjungan kerja maupun saat reses ke daerah.

“Banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat saat kita ke lapangan, di bidang ekonomi, pertambangan dan perkebunan. Salah satunya yaitu masyarakat mengharapkan pemerintah melakukan penertiban terhadap penambangan liar, karena secara tidak langsung perbuatan penambang liar inilah kerap terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor,”Ucap Sriosako, saat dibincangi media ini, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Selasa (1/10).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, tidak hanya penertiban penambangan liar, masyarakat juga mengharapkan agar pihak pemerintah melakukan penertiban bagi perusahan besar swasta (PBS) yang bergerak di bidang perkebunan Kelapa Sawit. Karena, berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat, masih ada perusahaan yang sudah melaksanakan kegiatannya walaupun belum mengantongi izin resmi.

Selain masalah pertambangan dan perkebunan, masyarakat Katingan juga mengharapkan jalan keluar bagi masyarakat yang ingin membuka lahan. Karena selama ini, pihak pemerintah telah mengeluarkan larangan bagi masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara dibakar.

“Seperti yang kita ketahui, pemerintah telah mengeluarkan larangan bagi masyarakat untuk membuka lahan dengan cara di bakar. Tetapi selama ini belum ada solusi untuk masyarakat sendiri dari pemerintah. Oleh karena itu sekarang masyarakat meminta solusi kepada pemerintah. Selain itu masyarakat mengharapkan adanya bantuan bibit bagi petani khususnya bibit Kopi, jahe dan sawit,”Ungkapnya.

Selain itu, sambung Sriosako, saat bertemu dengan masyarakat Gunung Mas, sejumlah pihak mengharapkan agar pemerintah membantu dalam menormalisasikan harga karet dan rotan. Pasalnya, sampai saat ini masyarakat terpaksa menggantungkan hidupnya dari pertambangan emas liar, karena harga karet masih sangat rendah.

“Di Gumas khususnya di daerah Kuala Kurun, yang menjadi permasalahan disana adalah sampai saat ini masyarakat masih menggantungkan hidupnya dari hasil penambangan emas liar, karena harga karet pada saat ini masih sangat rendah. Dan masyarakat juga mengharapkan adanya campur tangan pemerintah untuk membantu menormalkan harga karet dan rotan,” pungkas legislator dari Partai Demokrat ini.(Nvd)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close