Pemprov Kalteng Sampaikan Evaluasi Karhutla Kepada Komisi IV DPR RI

Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy saat menyampaikan Evaluasi Karhutla 2019 dan Antisipasi Karhutla 2020, di depan Anggota Komisi IV DPR RI, di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (7/11).(Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

      Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menyambut baik kedatangan Komisi IV DPR RI ke Kalteng. Setelah melakukan tinjauan ke Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Pemprov Kalteng dan rombongan DPR RI melakukan pertemuan khususnya membahas terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang diwakii oleh Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy menyampaikan hasil evaluasi karhutla 2019 dan rencanana antisipasi karhutla 2020 mendatang.

Pihaknya menyebut berdasarkan hasil evaluasi Pemprov Kalteng beberapa waktu lalu, Pemprov Kalteng sudah mengerahkan personil dalam melakukan pemadaman karhutla.

“Untuk penanganan darurat bencana karhutla di Kalteng tahun 2019, gubernur Kalteng telah menetapkan status siaga darurat pada 28 Mei 2019 sampai dengan 26 Agustus 2019 dan diperpanjang mulai 27 Agustus smpai 30 Oktober 2019,” ungkapnya saat memulai penyampaian evaluasi di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (7/11).

Tetapi, bedasarkan evaluasi yang dilakukan dan melihat keadaan saat itu, terhitung sejak 17 sampai 30 September statusnya dinaikan menjadi tanggap darurat. Kemudian, sejak tanggal 1 sampai 30 Oktober status turun menjadi transisi pemulihan.

“Terkait penanganan darurat karhutla ini Pemprov Kalteng telah melibatkan sekitar 1500 personil, sepuluh Helikopter Water Bombing  dan satu peswat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang sudah memadamkan api seluas 12 hektare lebih,” katanya.

Sementara itu, guna mengantisipasi kejadian yang sama, Pemprov Kalteng telah mengadakan rapat evaluasi pada 4 November lalu dan memerintahkan kabupaten/kota se-Kalteng untuk lebih siap. Salah satunya seperti memperkuat upaya pencegahan dan kesiap siagaan menghadapi karhutla 2020.

“Jadi sejak Januari 2020 personil sudah harus turun ke lapangan, jangan sampai menunggu kebakaran terjadi,” tegasnya.

Tidak hanya itu, penyiapan personil yang sudah terlatih, peralatan dan anggaran juga sudah harus disiapkan secara matang.(YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close