Pemprov Kalteng Paparkan Kesiapan Pilkada Kepada Tim Kemenpolhukam

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat memberikan paparan pada acara kunker tim dari Kemenpolhukam ke provinsi Kalteng dalam rangka koordinasi kesiapan Pilkada serentak 2020, di Luwansa Hotel Palangka Raya, Kamis (05/03/2020). (Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak 

Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memaparkan kesiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di wilayah Kalteng saat menerima kunjungan kerja tim dari Kemenpolhukam di Palangka Raya, Rabu (05/03/2020).

Sekertaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri mengungkapkan, pelaksanaan Pilkada  yang tinggal beberapa bulan kedepan, tepatnya pada tanggal 23 September 2020, memerlukan perhatian semua pihak, baik pemerintah selaku fasilitator maupun KPU, Bawaslu dan DKPP selaku penyelenggara Pilkada. 

“Salah satu aspek yang menentukan terselenggaranya Pilkada dengan baik adalah, adanya sinergitas dan kerja sama yang baik dari penyelenggara Pilkada, yaitu KPU dan Bawaslu dengan Pemerintah Daerah serta aparat keamanan yaitu TNI dan Polri, pada setiap tahapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020,” ujar Fahrizal Fitri saat mewakili Gubernur Kalteng.

Pihaknya menyebut, pemerintah Provinsi Kalteng telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi Pilkada Serentak Tahun 2020, salah satunya dengan membentuk Desk Pilkada Provinsi berdasarkan SK Gubernur Nomor : 188.44/22/2020 tanggal 3 Februari 2020.

“Selain itu, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2020 telah dilakukan, diantaranya menyediakan dana pilkada melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan KPU, Bawaslu sebagai penyelenggara Pilkada, dan untuk pengamanan bagi TNI dan Polri dengan total keseluruhan kurang lebih Rp382,2 Miliar,” paparnya.

Selain itu, memastikan Kabupaten/Kota se-Kalteng membentuk Desk Pilkada, dan menyediakan anggaran untuk operasional Desk, melaksanakan sosialisasi Pilkada untuk meningkatkan partisipasi pemilih bagi Pelajar dan Mahasiswa selaku pemilih potensial, menyosialisasikan netralitas ASN dalam setiap momen kegiatan yang sifatnya seremonial.

Sekda juga memaparkan, pihak pemerintah provinsi telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota terhadap kelancaran teknis penyelenggaraan Pilkada pada masing-masing daerah pemilihan, mengumpulkan dan menginventarisir data-data terkait kesiapan Pilkada serentak pada 13 Kabupaten dan 1 Kota.

“Menyiapkan aplikasi yang akan membantu/mendukung kelancaran dalam menghimpun data hasil Pilkada (Web dan AplikaSi Desk Pilkada), selalu berkoordinasi dengan membangun komunikasi yang efektif, memberdayakam Tokoh Agama dan Tokoh Adat guna menyukseskan Pilkada serentak 2020,” pungkasnya.(Yanting/aw)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close