Pemprov Kalteng Gelar Konsultasi Publik Pembangunan RS Kelas A

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul saat mewakili Sekda Kalteng Fahrizal Fitri membuka Konsultasi Publik Penyiapan Proyek KPBU Pembangunan RS Kelas A di Provinsi Kalteng, Senin (18/11).(Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

Pemerintah Daerah Provisi Kalimantan Tengah kegiatan Konsultasi Publik Penyiapan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk Pembangunan RS Kelas A di provinsi Kalteng, Senin (18/11).

Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri melalui Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul menyebutkan, skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang diatur dalam peraturan presiden nomor 38 tahun 2015 tentang KPBU dalam penyediaan infrastruktur.

“Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden nomor 38 tahun 2015, peraturan menteri nomor 4 tahun 15, perlu dilaksanakan konsultasi publik yang bertujuan untuk berikan informasi kepada publik dan para pemangku kepentingan mengenai rencana pembangunan RS kelas A Provinsi Kalteng melalui skema KPBU,” terang Suyuti Syamsul saat mewakili Sekda.

Pihaknya menjelaskan, kegiatan tersebut untuk membahas skema kebutuhan pembangunan rumah sakit kelas A yang rencananya akan di bangun pada tahun 2020 mendatang.

Dijelaskan Suyuti, alasan dibangunnya RS kelas A di Kalteng, dikarenakan Kalteng saat ini belum memiliki rumah sakit kelas A yang menjadi rumah sakit rujukan. Sedangkan angka rujukan pasien keluar provinsi Kalteng pada tahun 2018 mencapai 6.412 kasus.

“Lebih dari 50 persen pasien dirujuk ke luar Kalteng. Kondisi pasien yang dirujuk ke luar adalah pasien yang memerlukan peralatan lebih lengkap, karena penyakit pasien kompleks, sementara Kalteng tidak memiliki peralatan yang lengkap,” terangnya. 

Maka dari itu, Suyuti mengatakan RS kelas A di Kalteng sangat diperlukan agar penanganan pasien yang menderita penyakit dengan kompleksitas dapat ditangani di daerah sendiri. “Bahkan tidak menutup kemungkinan pasien dari daerah lain juga akan berobat di Kalteng,” bebernya.

Suyuti menambahkan, skema KPBU merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Di berbagai wilayah di tanah air, skema tersebut sebagai alternatif pendanaan untuk menjawab kebutuhan pembiayaan infrastruktur yang terus meningkat.

Pihaknya menjelaskan RS kelas A, sebagai pusat rujukan provinsi dan pusat rujukan regional Kalimantan. Sedangkan luas lahan yang diperlukan ± 20 hektar, dan lahan sudah tersedia di jalan Tjilik Riwut  KM 38 kota Palangka Raya dengan luas ± 49 hektar dengan status lahan milik Pemerintah Provinsi Kalteng yang bersertifikat.

Adapun total dana yang diperlukan untuk pembangunan, pengadaan sarana prasarana dan alat kesehatan hingga operasional diperkirakan mencapai Rp800 milyar sampai Rp1 triliun. 

Pihaknya berharap, melalui Konsultasi Publik Penyiapan Proyek KPBU Pembangunan RS Kelas A yang mengundang berbagai pemangku kepentingan dan akademisi, dapat meningkatkan informasi dan masukkan yang konsumtif untuk rencana pembangunan RS kelas A di Kalteng.(YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close