Pemprov Kalteng Evaluasi Karhutla 2019

Fahrizal Fitri

Palangka Raya, Media Dayak

       Pemerintah daerah (pemda) provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalteng memiliki Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR). Dana tersebut dapat digunakan dalam rangka pencegahan Karhutla 2020. Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat memahami dan memaksimalkan penggunaan dana tersebut.

memaksimalkan DBH-DR sangat penting karena berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geologi (BMKG), tahun 2020 Kalteng akan mengalami kekeringan yang lebih panjang daripada tahun ini. Harapannya dengan memaksimalkan dana DBH-DR tersebut pencegahan karhutla di Kalteng dapat teratasi dan ditekan sedini mungkin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, kewajiban kepala daerah masing-masing khususnya daerah-daerah yang sudah dipetakan rawan kebakaran agar segera berkoordinasid engan badan keuangan di wilayah masing-masing. 

Dana DBH-DR untuk kabupaten/kota adalah sisa dari pusat ke provinsi. “Sejak tahun 2017 DBH sudah dikembalikan ke provinsi, kemudian di kabupaten/kota adalah sisanya,” ungkapnya saat diwawancarai usai rapat evaluasi penanganan karhutla 2019 dan pencegahan karhutla 2020 di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Senin (4/11).

Pihaknya berharap, jangan sampai pemda setempat tidak mengetahui bahwa ada dana ini sehingga menjadi alasan tidak ada anggaran untuk pencegaha Karhutla. Melalui dana tersebut diharapkan dapat menekan terjadinya Karhutla.

“Mereka (pemda,red) harus paham dan memahami fungsi dan kegunaan dana tersebut,” pungkasnya.(YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close