Pemkab Bartim Perkuat Produksi Beras Melalui Tingkat Desa

Kepala Dinas Pertanian Bartim Riza Rahmadi melihat langsung produksi beras dari hasil panen padi 2019 dari program cetak sawah 2016 di penggilingan beras di Desa Pianggu Kecamatan Awang, Minggu.  (Media Dayak/ANTARA)

Tamiang Layang, Media Dayak

Pemerintah Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah melalui Dinas Pertanian setempat terus berupaya memperkuat dan meningkatkan produksi beras di tingkat perdesaan.
Kepala Dinas Pertanian Barito Timur Riza Rahmadi di Tamiang Layang, Senin (30/9), mengatakan, salah satu yang perlu diperkuat yakni di Desa Pianggu Kecamatan Awang.
“Disana ada 97 hektare sawah yang dibuat melalui program cetak sawah tahun 2016 yang telah berhasil panen. Sejak 2017 sudah panen, namun panennya hanya satu kali dalam setahun,” kata Riza.

Sawah seluas 97 hektare itu terdiri dari kelompok tani Gambah Raya satu seluas 25 hektare, Gambah Raya dua seluas 45 hektare dan Damuran Subur seluas 27 hektare.
Mulai tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Barito Tinur melalui Dinas Pertanian setempat berupaya memperkuat dan meningkatan produkai beras di Desa Pianggu melalui pembuatan embung dengan kapasitas tampung air 500 kubik.
Satu embung bisa mengairi sawah seluas 20 hektare. Rencananya, pembangunan embung selanjutnya akan diusulkan pada tahun 2020 nanti.
Syarat kelompok tani bisa mendapat embung yakni ada lahan yang dihibahkan warga untuk pembangunan embung tersebut dengan luasan minimal 250 meter persegi atau berukuran 50×50 meter.

Lahan tersebut dihibahkan warga untuk kelompok tani dan diketahui dan disaksikan Dinas Pertanian Barito Timur. Setelah proses hibah selesai, Dinas Pertanian Barito Timur akan mengusulkan program pembuatan embung.
“Dengan adanya embung maka petani bisa dua kali panen dalam setahun. Selain itu, bisa tumpang sari dengan sayur-sayuran atau tanaman hortikultura lainnya,” ungkap Riza.

Mengamankan keanekaragaman hayati
Selain mengejar kuantitas produsi beras sebagai penerapan program ketahanan pangan nasional, Dinas Pertanian Barito Timur berupaya  mengamankan keanekaragaman hayati atau genetik melalui padi jenis lokal.
Warga Desa Pianggu menggunakan varietas padi Siam Kuning sebagai tanaman unggulan karena mampu bertahan di daerah sawang pegunungan. Ketika dimasak pun warga sangat menyukainya.

“Kita tidak hanya mengejar hasil produksi saja, tapi juga mengutamakan keanekaragaman hayati atau genetik lokal seperti di Desa Pianggu Kecamatan Awang yakni varietas Siam Kuning,” kata Riza.

Salah satu varietas padi lokal yang sudah dipatenkan yakni Siam Busu. Ada beberapa varietas lainnya yang digunakan masyarakat sebagai kearifan lokal seperti Lungkung Harum, Sijuntai, Taring Pilanduk, Siam Kupang, Siam Kuning dan lainnya.(Ant/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close