Pemdes Sikui Diberi Tempo Lima Hari

APARAT DESA-Aparat desa Sikui dan Kades saat meninjau pembangunan balai pertemuan desa Sikui. (Media Dayak:Pemdes Sikui)

Muara Teweh, Media Dayak

Dalam membangun balai pertemuan desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sikui Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara (Barut) masih terkendala lahan yang saat ini di telah bangun untuk balai pertemuan desa.

Kepala Desa (Kades) Sikui, Saperani menjelaskan, bahwa dalam pembangunan balai pertemuan desa itu masih mendapat sedikit kendala. Dimana sebelumnya ada salah seorang oknum warga yang mengkalim lahan tersebut.

 “Pemdes Sikui mendapat surat dari warga setempat. Isi surat tersebut menyebutkan agar pembangunan balai desa di stop. Dan Pemdes Sikui diberi tempo selama lima hari mulai tanggal 10-15 Oktober 2019, apabila belum ada ganti rugi tanah akan di portal kembali. Hingga saat ini Allhamdullalah pemortalan tersebut tidak ada lagi,” kata Kades Sikui.

Pemdes Sikui katanya dalam membangun balai pertemuan desa ini memiliki legalitas yang sah.

“Artinya dalam membangun balai pertemuan ini Pemdes Sikui selalu melakukan konsultasi dengan pihak Dinas Sosial PMD, Kecamatan dan BPD serta kepolisian agar dikemudian harinya tidak ada masalah ataupun kendala,” ucap kades.

Lebih lanjut Kades Sikui mengatakan apa yang dikatakan oleh warga Desa Sikui tersebut bahwa Pemdes Sikui meyerobit tanah warga, itu tidak benar.

“Kami dari Pemdes Sikui tidak ingin kalau itu memang tanah hak milik warga. Karena kami sudah ada legalitas yang sah dan merupakan hibah dari PT MME, kami berani membangun balai pertemuan desa tersebut,” tegasnya.

Saperani menjelaskan, bahwa pembangunan balai pertemuan ini menelan anggaran sebersar Rp586 juta untuk keseluruhannya. Anggaran tersebut didalamnya untuk membayar PPh dan PPn.

 “Untuk membayar pajak juga dari anggaran tersebut sebesar Rp58 juta termasuk juga untuk honor PPK,” tandasnya. (lna)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close