Pelatihan dan Pemagangan Efektif Bantu Calon Pekerja

Foto: Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng Rivianus Syahril Tarigan

Palangka Raya, Media Dayak

Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya untuk mengurangi angka pengangguran di daerah ini, Salah satu yang dilakukan pemerintah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan dan pemagangan calon tenaga kerja sehingga menjadi tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng Rivianus Syahril Tarigan mengungkapkan, Pemprov Kalteng pada tahun 2020 terus melanjutkan apa yang telah dilakukan pada tahun 2019 lalu yakni pelatihan yang dikombinasi dengan pemagangan.

“Pengalaman kita tahun lalu (2019,red), dari 200 orang perserta yang kita latih, yang direkrut perusahaan mencapai 50 sampai dengan 60 persen,” paparnya kepada pers saat dikunjungi di kantor Disnakertrans Kalteng, Senin (13/01).

Pihaknya menyebut, pelatihan dan pemagangan kepada calon pekerja yang dilakukan oleh pemerintah tersebut terbukti sangat efektif untuk membantu para calon pencari kerja.

Meski pihaknya mengakui, di Kalteng selama ini angka pengangguran memang lebih kecil dibandingkan provinsip-rovinsi lain, bahkan paling rendah di Kalimantan.

Tetapi, menurut Kadisnakertrans Kalteng, perlu diperhatikan bahwa masalah angkatan kerja dalam suatu wilayah akan mengalami peningkatan jumlah seiring dengan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang telah memasuki usia kerja.

“Kalau peningkatan jumlah penduduk ini tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin jumlah penganggur di Kalteng akan meningkat. Peningkatan ini tidak hanya menimbulkan efek bagi kehidupan ekonomi, melainkan juga menimbulkan berbagai masalah di bidang sosial, seperti kemiskinan dan kerawanan sosial,” terangnya.

Diungkapkan Syahril, untuk mengatasi permasalahan tersebut, peningkatan kuantitas angkatan kerja harus dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Di sinilah peran Rencana Tenaga Kerja Provinsi (RTKP), karena untuk mengatasi masalah tenaga kerja dan pengangguran perlu disusun suatu stretegi/perencanaan yang terpola dan terpadu di bidang ketenagakerjaan,” pungkasnya.(YM/aw)