Pelantikan Anggota DPRD Kalteng Puncak Pemilu 2019

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran saat memberikan sambutan nya seusai pelantikan Anggota DPRD Provinsi Kalteng di gedung DPRD Kalteng, Rabu (28/8).(Media Dayak/Ist)

Palangka Raya, Media Dayak

       Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran menyatakan, pelaksanaan sumpah janji anggota DPRD Kalteng masa jabatan tahun 2019-2024 hasil Pemilu 2019 merupakan puncak dari seluruh rangkaian proses pelaksanaan Pemilu yang secara filosofi sebagai sarana demokrasi untuk menyatakan kedaulatan rakyat dalam tatanan pemerintahan NKRI berdasarkan Pancasila.

Diungkapkan Gubernur, Pemilu April 2019 lalu telah terlaksana dengan baik dan sukses. Hal ini membuktikan bahwa Kalteng sebagai bangsa telah mampu melaksanakan kompetensi politik dengan penuh etika. Tentu, pihaknya selaku pemerintah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas partisipasi aktif dalam pelaksanaan Pemilu.

“Tak lupa kami juga mengapresiasi kepada seluruh jajaran KPU, Bawaslu dan pengawas Pemilu, partai politik (parpol) sebagai peserta serta jajaran TNI/Polri yang telah melaksanakan pengamanan dengan baik,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan dalam pelantikan Anggota DPRD Kalteng masa jabatan 2019-2024 di Gedung DPRD Kalteng, Rabu (28/8).

Dijelaskan Sugianto, DPRD merupakan lembaga perwakilan daerah yang terdiri dari atas anggota partai politik peserta Pemilu yang dipilih melalui Pemilu. Sugianto menyapaikan dua hal yang perlu dicermati oleh para anggota DPRD yang baru saja dilantik .

DPRD dan kepala daerah sebagai mitra mempunyai fungsi yang berbeda. Pertama, DPRD memiliki fungsi pembentukan Peraturan Daerah (Perda), Anggaran dan pengawasan. Sedangkan, kepala daerah melaksanakan fungsi pelaksanaan kebijakan daerah.

“Kedua, setiap anggota DPRD terpilih yang pencalonannya melalui parpol, hal ini menciptakan ikatan batin yang lebih kuat sebagai alat kepanjangan politik. Namun, apapun kepentingan parpol hendaknya menempatkan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi,” beber mantan Anggota DPR RI tersebut.

Ditambahkan Sugianto, dalam penyusuann Perda tidak semata-mata berangkat dari basis keilmuan dan akademik saja. Namun, lanjutnya, jauh lebih penting apabila Perda itu merupakan realisasi dari aspirasi dan kebutuhan rakyat. “Sehingga mampu memecahkan masalah dan bukan justru menambah masalah,” pungkasnya.(YM) 

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close