Pelaku Pembakaran Lahan di Lahei Kembali di Amankan

PELAKU PEMBAKAR LAHAN-Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar didampingi Kabag Ops, Kasat Reskrim dan Kapolsek Lahei saat berbnincang dengan pelaku pembakar lahan di Desa Mukut Kecamatan Lahei, usai press konference, di depan Polres, Kamis (26/9).(Media Dayak/Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

       Lantaran telah melakukan pembakaran lahan miliknya sendiri di jalan simpang sebelah kanan Desa Mukut, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara (Barut), pada Senin (2/9) lalu sekitar pukul 14.00 WIB lalu, Triyak alias om Try (51) terpaksa harus berurusan dengan  pihak berwajib.

Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar SIK mengatakan pihaknya melakukan pengamanan terhadap pelaku karena telah melakukan pembakaran lahan miliknya sendiri di Desa Mukut.

“Kita mendapatkan informasi dari anggota BPBD Barito Utara dan Koramil Lahei, bahwa ada titik hotspot. Dua orang anggota Polsek Lahei bersama anggota BPBD serta Koramil Lahei menuju ke TKP dan di temukan adanya lahan yang terbakar kuarang lebih 2 hektar,” ujar Dostan Matheus Siregar saat press conference yang dilaksanakan di halaman Mapolres seempat, Kamis (26/9).

Selanjutnya, kata Dostan, anggota Polsek Lahei, BPBD serta Koramil Lahei melakukan pemadaman api hingga padam. Tim gabungan bersama Polsek Lahei mencari tahu siapa pelaku pembakaran lahan dan pemilik lahan yang terbakar, pelaku tidak ditemukan di TKP karena lokasi lahan yang terbakar jauh dari pemukiman penduduk.

“Setelah melakukan penyelidikan selama dua minggu, anggota Polsek Lahei berhasil menemukan pelaku dan melakukan pemangilan,” ucapnya. Dikatakan Kapolres, berdasarkan hasil pemeriksaan pemilik lahan mengaku, bahwa benar telah membakar lahan miliknya dengan cara mengumpulkan ranting kayu serta daun yang kering dan langsung di bakar.

“Setelah api menyala pelaku pindah ke tempat lain untuk menghidupkan api kembali di lahan milik pelaku sebanyak 5 kali di lokasi lahan yang terbakar. Setelah api membesar pelaku langsung meningalkan lahan dan langsung pulang ke rumah,” kata Kapolres.

Rencananya, lahan yang telah dibakar tersebut akan digunakan untuk menanam padi dan ditanam pohon karet dan jengkol. “Terhadap pelaku diancam dengan pasal 187 jo 188 KUHP dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara atau pasal 25 Perda  Provinsi Kalimantan tengah nomor 5 tahun 2003 tentang pngendalian hutan diancam kurngan peling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 5.000.000,” pungkasnya.(lna/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close