MTQ XXX Tahun 2020 di Barsel Ditunda

Kepala Gugus Tugas Penanganan Siaga Darurat Pencegahan Covid-19 Kalteng Leonard S Ampung (tengah) didampingi pejabat lainnya saat gelar pers release terkait perkembangan covid-19 di Kalteng, di Media Center Covid-19 Kalteng, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (19/3). (Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

Pelaksanaan Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke-XXX (30) tahun 2020, yang rencana akan digelar di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) ditunda sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.

Semula rencana pelaksanaan MTQ ke -XXX se-Kalteng tersebut akan digelar tanggal 24 Maret 2020 di Stadion Batuah, Buntok, Barito Selatan, namun dengan mempertimbangkan semakin meningkatnya penyebaran wabah corona (covid-19) di Indonesia dan beberapa wilayah di negeri ini, maka pihak pemerintah provinsi mengambil kebijakan untuk menunda pelaksanaan MTQ ke-XXX.

Kepala Gugus Tugas Penanganan Siaga Darurat Pencegahan Covid-19 Kalteng Leonard S Ampung mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak bersamaa Gubernur Kalteng tentang berbagai pertimbangan dan dampak yang akan di hadapi untuk pelaksanaan MTQ XXX di Barsel.

“Melalui penelitian dan pemikiran (pertimbangan, red) bersama dengan berbagai SOPD di lingkup Pemprov Kalteng, kami memikirkan pelaksanaan ini akan mendatangkan ribuan orang, peserta sekaligus panitia daerah dan kru lainnya untuk memeriahkan kegiatan tersebut, pasti juga dari daerah provinsi tetangga, kami pikirkan rentan terhadap terjangkit covid-19 dari orang luar yang masuk,” papar Leonard S Ampung di Media Center Covid-19, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (19/3) sore.

Lantaran, sebutnya, Barsel itu dekat dengan wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, itulah yang menjadi perhatian dan pertimbangan kami, sehingga MTQ ini diputuskan bersama untuk sementara ditunda pelaksanaannya.

Leonard menegaskan, penundaan tersebut bukan semata-mata dari satuan Gugus Tugas Penanganan Siaga Darurat Pencegahan Covid-19 Kalteng. “Tetapi, ini adalah masukan-masukan dari tokoh agama dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah,” pungkasnya.(Ytm/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close