Masyarakat Katingan Diimbau Tanam Sayuran Hidroponik

Kegiatan penanaman sayur mayur dengan sistem hidrophonik yang dilakukan beberapa staf pegawai Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan, Rabu (05/02/2020).(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan mengimbau masyarakat Kabupaten Katingan untuk menanam sayur-mayur dengan sistem hidrophonik.

“Paling tidak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Karena dari sisi kesehatan, aman untuk dikonsumsi, sedangkan lahan yang dibutuhkan pun tidak perlu luas,” kata kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan Yossy melalui Ely selaku Kasi Distribusi dan Cadangan Pangan, Rabu (05/02/2020).

Ely mengatakan, sebagian masyarakat beranggapan sayur yang ditanam dengan cara/sistem hidrophonik, pupuknya menggunakan zat/bahan kimia, padahal hal itu tidaklah benar. “Tapi, meggunakan nutrisi cairan abimic hidrophonic,“ katanya.

Cara melakukan penanaman sitem hidrophonik, menurut Ely, harus menyediakan pipa paralon yang dilubangi. Dan di lubang-lubang itulah bibit yang sudah disemai dibuat.

Bagian dalam pipa itu dialiri air yang sudah dicampur dengan nutrisi cairan abimic hidrophonik. Saat mencampur air dengan cairan nutrisi tersebut di dalam baskom. “Sedangkan untuk menjalankan aliran air yang bercampur dengan cairan nutrisi ke pipanisasi paralon, itu menggunakan airoasi seperti yang digunakan di dalam aquarium,“ jelasnya.

Beberapa jenis sayur sayuran yang bisa ditanam dengan sistem hydrophobik diantaranya sawi, bayam, kangkung, seledri, bakcoi, selada, buah timun, melon dan beberapa jenis sayur dan buah-buahan lainnya

Sedangkan untuk masa panen panen, lanjutnya, lebih cepat waktunya  dari sayur dan buah-buahan yang ditanam di atas tanah. Kalau sayur kangkung, jika ditanam di atas tanah sekitar 45 hari baru panen, tapi dengan menggunakan sistem hidrophonik hanya memakan waktu sekitar 30 hari. “Begitu pula ukuran batang sayurnya saat dipanen, lebih besar dibandingkan dengan sayur yang ditanam di atas tanah,” katanya. (Kas/aw)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close