Masyarakat Diminta Lakukan PSN

 dr Robertus M Kes

Kasongan, Media Dayak

Masyarakat Katingan diminta untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Permintaannya ini diungkapkan oleh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten dr Robertus melalui sekretarisnya, dr Parluhutan kepada sejumlah media, Jumat (21/02/2020).

Adapun tempat-tempat yang rentan menjadi sarang nyamuk seperti air yang tergenang di dalam botol-botol dan kaleng-kaleng bekas serta di tempat-tempat penampungan air. “Karena, di tempat-tempat itulah biasanya yang menjadi sarang nyamuk jenis aedes agepty,” kata Parluhutan.

Nyamuk jenis aedes agepty inilah yang akan mendatangkan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD). Apalagi di musim penghujan sepeti sekarang ini nyamuk tersebut sangat doyan mencari kehidupannya untuk bersarang di air bening yang tergenang di botol-botol dan di kaleng-kaleng bekas tersebut. “Jadi, sebelum botol-botol dan kaleng-kaleng bekas itu dijadikan sarangnya, sebaiknya secepatnya untuk dibersihkan, dengan cara menguburkan ke dalam tanah,” imbaunya.

Agar imbauan ini bisa diketahui dan dapat dilakukan oleh semua masyarakat di bumi Penyang hinje Simpei ini, dirinya meminta kepada semua petugas atau pelayanan kesehatan di masing-masing Puskesmas dan Pustu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat setempat.

“Sosialisasi ini tidak harus seremonial dengan mengumpulkan masyarakat di dalam satu gedung, tapi cukup saat masyarakat melakukan pengecekan kesehatan atau berobat di Pustu atau Puskesmas, atau saat melakukan kegiatan Jumat Beriman,” terangnya.

Petugas Pustu dan pelayan kesehatan di Puskesmas juga diminta untuk memberikan obat pencegah tempat bersarangnya nyamuk jenis aedes agepty kepada masyarakat setempat, yaitu abiti. “Setelah diberikan, mereka disarankan untuk menaburkannya ke dalam bak mandi, baik wc dan drum-drum atau tempat penamungan air. Sehingga, nyamuk tersebut tidak akan bersarang di tempat-tempat tersebut,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang sudah masuk di Dinas Kesehatan Katingan, penderita DBD sejak Januari 2020 berjumlah sekitar 9 orang, yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan. 

“Diantaranya atas nama Ruga Syalom di desa Talian Kereng kecamatan Pulau Malan, Ny Salwarnanty jalan Pepaya Kasongan kecamatan Katingan Hilir, Stephan R jalan pembangunan, Samira desa Buntut Bali kecamatan Pulau Malan, Posran, Ni Putu Naura, Muhamad Sani, Edi Priyono dan Muhamad Raihan di kecamatan Katingan Hilir,” sebut mantan kepala Puskesmas Kasongan I ini. (Kas/aw) 

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close