Lokalisasi Lembah Durian “Merong” Bukannya Tutup, Tapi Malah Kembali Marak

LOKALISASI MERONG-Terlihat para Pekerja Seks Komersial (PSK) sedang menunggu para tamu didepan wisma, Selasa (4/2) malam.(Media Dayak/ist)

Muara TewehMedia Dayak

Lokalisasi prostitusi Lembah Durian “Merong” yang berada di ruas jalan Muara Teweh-Puruk Cahu kilometer 3,5 Kelurahan Melayu Kabupaten Barito Utara, secara resmi dilakukan penutupan bahkan digelar deklarasi bersama di halaman kantor Bupati, Rabu, 4 Desember 2019 lalu.

Namun pada faktanya yang terjadi sekarang ini ditahun 2020, lokalisasi Merong tersebut masih marak terjadi. Baik tempat hiburan dengan sungguhan minum-minuman yang mengandung alkohol (minuman keras-red) dan lengkap bersama para PSKnya.

“Tamu yang datang memang agak sepi,” kata salah satu PSK yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Ia juga menceritaan kondisi lokalisasi Merong pada saat ni, dikatakannya bahwa sekarang ini PSK bukannya sedikit. Tapi malah nambah dari hari-hari sebelumnya. “Kalau tamu pasti ada saja yang datang, tapi memang tidak sebanyak yang dulu. Sekarang ini bukannya berkurang tapi malah nambah,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Permana Setiawan dikonfirmasi masalah kasus tersebut, dirinya mengungkapkan bahwa Peraturan Daerah mengenai penaggulangan prostitusi dan perbuatan asusila sudah ditanda tangani.

“Kita akan pantau, nanti kalau memang masih melakukan kegiatan. Biarkan pihak yang berwajb berwenang bergerak kesana,” katanya singkat.(lna/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close