Legislator : Gencarkan Sarana Perpustakaan Keliling di Wilayah Pelosok

Hj. Rusita Irma

Palangka Raya, Media Dayak

Menurunnya minat membaca dikalangan generasi muda, mendapat perhatian serius dari kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya, saat ini minat mambaca semakin tergerus seiring berkembangnya teknologi yang sangat pesat.

Menurut anggota DPRD Kalteng Hj. Rusita Irma, membaca merupakan sarana menambah wawasan serta memperkuat daya ingat manusia, sehingga dirinya berharap kepada pihak Pemerintah melalui Perpustakaan daerah untuk kembali menggencarkan sarana Perpustakaan keliling, khususnya di wilayah pelosok Bumi Tambun Bungai.

“Fakta yang tidak dapat dipungkiri saat ini adalah sangat menurunnya minat membaca dikalangan generasi millenial. Apalagi dengan berkembangnya teknologi seperti Gadget semakin menggerus minat baca para anak muda diwilayah perkotaan. Oleh karena itu, untuk mencegah semakin menurunnya minat membaca, kita berharap agar pemerintah kembali menggencarkan sarana Perpustakaan Keliling, khususnya di wilayah Pelosok,”Ucap Rusita Irma, saat dibincangi wartawan, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Rabu (9/10).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini juga mengatakan, saat ini minat membaca di Wilayah pelosok masih cukup tinggi, sehingga sangatlah tepat apabila sarana Perpustakaan keliling digencarkan di wilayah pelosok terutama bagi para generasi muda yang masih menempuh jenjang pendidikan dasar 12 tahun.

“Membaca sangatlah penting terutama bagi generasi muda yang masih berstatus pelajar atau menempuh jalur pendidikan dasar 12 tahun. Jadi saya sangat mendukung apabila Perpustakaan keliling kembali digencarkan di Wilayah pelosok mengingat masih tingginya minat baca disana,”Ujarnya.

Dikatakan Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, sebagai salah satu Negara berkembang, Pemerintah harus bercermin dari sejumlah Negara yang telah maju dari segi pendidikan. Salah satunya seperti Negara Malaysia yang menerapkan sistem pendidikan wajib membaca bagi pelajar minimal 7 buku perbulan, sehingga wawasan dan daya ingat para gerenasi muda menjadi kuat dan berkembang pesat.

“Kita juga harus menerapkan sistem pendidikan seperti ini, agar para generasi muda dinegara kita tidak tertinggal dari Negara-Negara lain yang sudah maju pesat. Bahkan kita juga berharap bagi seluruh masyarakat, apabila memiliki buku yang masih layak kiranya bisa disumbangkan kepada Perpustakaan agar bisa terus memberikan manfaat bagi generasi selanjutnya,”Pungkas mantan anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau ini.(Nvd)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close