Komisi IX DPR RI Temui Pemrpov Kalteng, Simak Tujuannya

Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri (dua dari kanan) didampingi Ketua rombongan  kunjungan kerja Komisi IX DPR-RI, Felly Estelita Runtuwene (tiga dari kanan) dan pejabat terkait lainnya di acara pertemuan spesifik Komisi IX DPR-RI dengan Pemerintah Provinsi Kalteng di di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (13/2). (Foto : Humas Pemprov)

Palangka Raya, Media Dayak

Sebanyak 20 (dua puluh) orang Komisi IX Anggota DPR-RI melakukan kunjungan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) yang di terima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Fahrizal Fitri, didampingi satuan organisasi perangkat daerah dan pejabat vertikal di lingkup provinsi Kalteng.

Mewakili Pemerintah Provinsi Kalteng, Sekda menyampaikan, sambutan baiknya atas pertemuan spesifik Komisi IX DPR-RI dengan pemerintah provinsi Kalteng.

Pada kesempatan tersebut, Sekda menyebutkan, gambaran hutan Kalteng yang memiliki kekayaan biodiversitas yang tinggi termasuk didalamnya tumbuhan hutan yang berkhasiat sebagai obat dan digunakan sebagai bahan baku dalam industri obat-obatan.

“Selain kekayaan biodiversitas, etnis asli suku dayak di Kalteng juga memiliki kekayaan pengetahuan tradisional dalam hal pengobatan dengan menggunakan berbagai jenis tumbuhan hutan yang ada di sekitar mereka,”papar Sekda Kalteng saat memberikan sambutan di acara pertemuan spesifik Komisi IX DPR-RI dengan Pemerintah Provinsi Kalteng di di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (13/2).

Pihaknya menyebutkan, pemanfaatan Tumbuhan Hutan Berkhasiat Obat (THBO) oleh masyarakat ini sudah dilakukan oleh berbagai etnis suku dayak di Kalteng secara turun temurun (etno-medicine).

Selain itu, Sekda juga mengharapkan, pertemuan Pemerintah provinsi dengan Komisi IX Anggota DPR-RI, pihak Pemprov mendapat masukan terkait pemanfaatan dan pengawasan obat asli Indonesia khususnya Kalteng.

Sementara itu, selaku Ketua rombongan  kunjungan kerja Komisi IX DPR-RI, Felly Estelita Runtuwene mengungkapkan, kunjungan kerja pihaknya yang dilakukan bersama pejabat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan pejabat Kementerian Kesehatan RI dalam rangka pengawasan atas fungsi penindakan intelijen dan penyidikan dalam hal pengawasan obat dan makanan.

“Tujuan utama kunker kami pada hari ini adalah untuk membahas pemanfaatan obat asli Indonesia dan pengawasannya bersama seluruh pihak terkait, kami berharap pada akhir pertemuan ini yang akan dilanjutkan dengan peninjauan pusat pemanfaatan obat tradisional Kalteng,” katanya.

Melalui peninjauan tersebut pihaknya berharap akan mendapatkan informasi dan data yang komprehensif tentang potensi alam di Kalteng yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku obat. (YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close