Komisi II Desak Pemerintah Pusat Cabut Larangan Ekspor Rotan

Lohing Simon

Palangka Raya, Media Dayak

Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya mendesak pemerintah pusat untuk mencabut larangan ekspor hasil hutan, khususnya Rotan. 

Ketua Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Lohing Simon mengatakan, usaha rotan merupakan salah satu usaha turun temurun masyarakat yang ada di lima aliran sungai besar (DAS), seperti DAS Kahayan, DAS Barito, DAS Mentaya, DAS Katingan dan DAS Kapuas.

“Kami terus mendesak agar aturan larangan ekspor Rotan ditinjau kembali. Kementerian Perdagangan juga sepakat akan hal itu dan juga sudah membuat draf aturan itu, hanya saja belum tuntas. Polanya sekarang ada di Kementerian Maritim dan Investasi. Dari kementerian perdagangan sudah ada rancangan, bahkan mereka dengan kehadiran DPRD Kalteng sepaham ingin mencabut dan memperbolehkan,” ucap Lohing Simon saat dibincangi Mediadayak.co.id, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Rabu (26/02/2020).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I , meliputi Kabupaten Katingan  Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan bahwa pihaknya akan ke Kementerian Maritim dan Investasi agar larangan ekspor rotan ditinjau kembali sehingga usaha rotan di Kalteng bisa berangsur membaik.

“Kami optimis aturan untuk ekspor rotan akan keluar dan kami akan terus mendesak itu. Kami optimis dibuka krannya. Kami akan terus mengawal dan mendorong sampai keluar. Sekarang ada angin segar, mereka sudah membuat draf itu,” ujar Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Di sisi lain, anggota Komisi II DPRF Kalteng Yeni Maria menegaskan, sejak adanya larangan ekspor rotan, usaha masyarakat menjadi lesu dan ekonomi masyarakat cukup sulit.

“Selama beberapa tahun ini tidak ada solusi bagi petani rotan semenjak adanya larangan ekspor. Adanya kebijakan larangan ekspor tersebut dirasakan sangat merugikan petani yang selama ini menggantungkan nasib akan usaha rotan,” pungkasnya.(Nvd)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close