Komisi D Rencanakan Tinjau Fender Jembatan Kalahien

Foto : Tomy Irawan Diran

Palangka Raya, Media Dayak

Komisi D DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan turun langsung memantau kondisi fender jembatan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), yang ditabrak oleh Kapal  tongkang pengangkut batubara, beberapa bulan lalu. Pasalnya, sampai saat ini, pembangunan fender pengaman jembatan tersebut belum juga dilakukan.

Menurut Sekretaris Komisi D DPRD Kalteng Tomy Irawan Diran, saat ini alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Kalteng periode 2019-2024 sudah resmi ditetapkan dalam rapat Paripurna internal DPRD Kalteng. Dalam Paripurna internal tersebut, peraturan DPRD Kalteng selain komposisi dan personalia Komisi DPRD Kalteng, juga telah badan anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Bamus).

Dalam beberapa hari kedepan, pihaknya dari masing-masing Komisi di DPRD Kalteng akan menyusun berbagai jadwal penting dewan, termasuk untuk pengawasan pembangunan di Kalteng.

“Untuk sekarang ini kita masih menyusun jadwal dan akan diusulkan ke Bamus, kita akan kunjungan berbagai kegiatan yang dilaksanakan, termasuk multiyear segala macam termasuk jembatan Kalahien,”Ucap Tomy saat dibincangi media ini, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Selasa (15/10).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini juga mengatakan, setelah semua jadwal diusulkan ke Bamus, hal itu akan menjadi pedoman pelaksanaan pengawasan, legislasi maupun pelaksanaan pembahasan anggaran di DPRD Kalteng.

“Sementara ini kan kita belum bisa melaksanakan pemantauan ke Jembatan Kalahien, karena baru terbentuk hari ini untuk AKD nya. Tapi ada rencana khusus nanti kita kesana setelah semuanya masuk dalam jadwal Bamus,” tegas legislator dari partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Untuk diketahui fender pengaman Jembatan Kalahien yang terletak di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barsel, ambruk ditabrak tongkang bermuatan batu bara yang ditarik Kapal Tugboat TB ITS Diamond, Selasa 30 April 2019 lalu. Tongkang bermuatan batu bara tersebut berlayar dari Desa Paring Lahung Kabupaten Barito Utara (Batara) menuju Banjarmasin Kalsel.

Saat melintas di Jembatan Kalahien pada pukul 05.30 wib, tongkang tidak bisa terkendali dan akhirnya menabrak fender jembatan. Sebelumnya, pihak perusahaan juga telah menghitung kerugian akibat kejadian tersebut dan telah melakukan proses mediasi dengan Balai Besar Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Kalteng di Palangka Raya untuk pembuatan fender baru.

Namun, sampai saat ini rencana pembangunan fender pengaman jembatan Kalahien tersebut belum juga dilakukan. Yang dikhawatirkan, belum dilakukannya pembangunan fender jembatan tersebut akan menimbulkan kerawanan terhadap kerusakan jembatan kalau kejadian serupa terjadi kembali.(Nvd)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close