Karet dan Sawit Masih Jadi Komoditas Utama Kalteng

Kepala Dinas Perkebunan Kalteng Rawing Rambang didampingi pejabat terkait di lingkup Dinas Perkebunan Kalteng saat gelar pers conference Dinas Perkebunan provinsi Kalteng dengan media partner, Selasa (19/11) (Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

       Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Rawing Rambang mengungkapkan komoditas kelapa sawit dan karet yang merupakan sektor utama perkebunan di provinsi Kalteng.

“Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir di era pemerintahan Gubernur H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya, dari data Dinas Perkebunan, dua komoditas tersebut (sawit, karet, red) ditopang perusahaan besar swasta dan negara,” kata Rawing saat gelar pers conference Dinas Perkebunan provinsi Kalteng dengan media partner Selasa (19/11).

Selanjutnya, Rawing mengharapankan agar pengelolaam perkebunan karet dan sawit oleh perusahaan besar swasta dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk melakukan budidaya komiditas perkebunan secara baik, menurut kaidah-kaidah Good Agriculture (GAP).

Di sisi lain, Kepala Dinas Perkebunan Kalteng ini menyatakan, target nasional untuk program peremajaan pohon kelapa sawit rakyat pada tahun 2019 di wilayah provinsi Kalteng seluas 11.440 hektar.

“Sampai dengan September tahun 2019 hanya terealisasi seluas 4.444,67 hektar (38,85 persen), dengan 1.689 perkebunan yang bertempat di kabupaten Barito Utara, Sukamara, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, dan Pulang Pisau, Seruyan dan Kotawaringin Timur,” jelasnya.

Pihaknya juga menyebut, pabrik pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit terus mengalami peningkatan. Progres pembangunan 2019 sejumlah 5 unit dengan kapasitas 285 Ton/TBS/Jam.

“Hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor pendorong bagi masyarakat perkebunan di provinsi Kalteng dalam meningkatkan taraf hidupnya,” ujarnya di aula Dinas Perkebunan Kalteng.

Sejak tahun tahun 2017, Rawing Rambang menyatakan, provinsi Kalteng dijadikan pilot project Kebijakan Satu Peta (KSP) di bidang perkebunan melalui rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kalteng diakui telah memiliki data yang cukup untuk membuat peta kesesuaian lahan komoditi kelapa sawit, karet, kopi dan kakao, begitu juga peta terkait perijinan lahan, batas wilayah antar perusahaan dan lain-lain,” bebernya.

Lebih lanjut Rawing Rambang mengatakan, keberhasilan pembangunan perkebunan di daerah ini tidak lepas dari pekerjaan dan hasil dari pemikiran Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya.

“Kami yang di Dinas Perkebunan ini hanya kepanjangan tangan pak Gubernur dan Wakilnya dari tanggal 25 Mei tahun 2016 sampai dengan sekarang tahun 2019. Itu semua merupakan ide-ide dari pemimpin kita, untuk Kalteng yang Berkah,” pungkasnya.(YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close