Kalteng Segera Selesaikan Persoalan Tata Batas

Asisten I Setda Kalteng, Hamka saat memimpin rapat beberapa waktu lalu.(Media Dayak/Ist)

Palangka Raya, Media Dayak
Asisten I Bidang Pemerintahan, Sumber Daya Manusia dan Hukum Setda Kalimantan Tengah (Kalteng) Hamka mengatakan, dengan ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, Kalteng diharapkan dapat menjadi sebagai daerah penyangga.
Namun pihaknya menyebut untuk menjadi daerah penyangga, tentu berpengaruh terhadap tata ruang di Kalteng. Agar ini tidak menghambat sektor-sektor yang lainnya, sehingga persoalan seperti tata batas, termasuk tata batas wilayah Kalteng-Kaltim dan Kalbar dapat segera diselesaikan pada tahun 2020 ini.
“Tahun ini sudah kita agendakan untuk penyelesaian. Diharapkan agar nanti tidak menghambat sektor-sektor lainnya. Terlebih Kaltim menjadi Ibu Kota Negara, sehingga persoalan-persoalan adminitrasi pemerintahan ini untuk segera diselesaikan,” tuturnya kepada media Selasa (14/01).
Asisten I Setda Kalteng menyatakan, penyelesaian tata batas antar daerah ini sangat penting, terutama untuk memberikan kepastian tentang batas administrasi antar daerah, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, khususnya terkait dengan hak milik atas tanah.
Pihaknya mengaku tidak mengetahui secara persis, apa yang menjadi titik permasalahannya, sehingga persoalan itu berlarut-larut dan hingga saat ini belum selesai juga.
“Menurut saya sih hanya ego dari masing-masing pihak dari kabupaten (daerah) yang tidak mau menandatangani tata batas yang ditentukan,” bebernya.
Lebih lanjut pihaknya mengharapkan adanya singkronisasi antara pihak pimpinan dari daerah masing-masing, baik untuk penyelesaian masalah tata batas wilayah tersebut.
“Ya kita harapkan, kita sebagai satu daerah, dan satu pulau yakni Kalimantan, ya untuk bisa singkron tentang satu sama lain, sehingga nantinya untuk ke depan tidak adanya permasalahan lagi, karena sebenarnya tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluar,” pungkasnya.(YM/aw)