Kalteng Minta Komisi IV DPR RI Dukung Kalteng Bebas Asap

Anggota Komisi IV DPR RI foto bersama pejabat Pemprov Kalteng di desa Taurna Jaya, Kabupaten Pulang Pisau seusai melakukan dialog dengan warga sekitar untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, Kamis (7/11) (Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

      Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) harapkan kunjungan Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ke Palangka Raya, dapat memberikan dukungan dalam wujudkan Kalteng bebas kabut asap 2020. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur melalui Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy, saat melakukan pertemuan dengan tim kunjungan kerja spesifik anggota komisi IV DPR RI di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (7/11).

Pihak Pemprov yang di wakili Asisten II Setda Kalteng, ketika melakukan dialog dengan 14 orang Anggota DPR RI dari Komisi IV yang di pimpin oleh Dedi Mulyadi yang merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Pemprov juga mengharapkan masukan dari Anggota DPR RI terkait regulasi tentang peraturan daerah penanganan karhutla yang belum tuntas di wilayah ini.

Pihaknya menyebut, Kalteng yang memiliki luas lahan gambut kurang lebih 3 juta hektar, sekitar 19 persen dari luasan wilayah provinsi, dengan tingkatan luas penduduk 17, 3 jiwa perkilometer persegi, dengan data tersebut, maka tantangan yang dihadapi oleh Kalteng terkait dengan bahaya dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) relatif sangat besar.

Dijelaskan, pada tahun 2019 luas areal karhutla di Kalteng yang dapat ditangani sekitar 12.880 ha, sedangkan guna mengantisipasi terjadinya karhutla tahun 2020 Pemprov Kalteng telah melakukan rapat koordinasi, dan Gubernur telah memerintahkan kepada Bupati/Wali Kota se-Kalteng untuk memperkuat upaya-upaya pencegahan karhutla di wilayah masing-masing.

Didepan Anggota DPR RI, pihaknya menyempatkan, bahwa Gubernur telah menghimbau agar semua kabupaten/kota agar siap siaga menghadapi karhutla 2020, dimulai sejak bulan Januari 2020, sehingga tidak menunggu ada kejadian kebakaran baru mulai bergerak.

Diungkapkan, dengan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat yang selama ini sudah dilatih. Lengkapi alatnya dan sediakan anggaran operasionalnya sehingga mereka bisa mendukung reaksi cepat jika ada kejadian kebakaran.

Lebih lanjut pihaknya menyebutkan,karhutla merupakan jawab bersama seluruh pihak, pemerintah, lembaga usaha, masyarakat, media dan juga perguruan tinggi akademisi, agar seluruhnya bersinergi positif.(YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close