Kadisdikpora ke Guru : Jangan Sampai Kredit di Bank Jadi Malas Ngajar!

Kadisdikpora Agung (empat dari kanan) saat berkunjung ke sekolah di pedalaman Gumas.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun,Media Dayak

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Kadisdikpora) Gunung Mas (Gumas), Agung menyatakan, dalam kunjungan kerjanya ke SD dan SMP di Kecamatan yang ada di Gumas baru-baru ini, dirinya mengingatkan guru untuk bijak dan berhati-hati dengan pinjaman (kredit) di Bank.

“Saya katakan ke teman-teman guru, jangan sampai karena gaji sedikit lantaran pinjaman (kredit) di Bank, mereka (guru) jadi malas mengajar. Itu (malas mengajar) tidak boleh terjadi,” kata Agung dengan tegas, Senin(17/2).

Menurut Agung,guru boleh pinjam uang di Bank,asalkan dilakukan perencanaan yang baik,supaya uang yang di pinjam tepat peruntukannya.

“Perencanaan oleh guru sebelum meminjam uang di Bank,itu sangat penting,supaya uang yang pinjaman tidak salah penggunaannya.

Kondisi ruangan dan siswa yang tengah belajar di salah satu sekolah di pedalaman Gumas yang di kunjungi Kadisdikpora.(Media Dayak/Ist)

Penggunaan uang sesuai perencanaan yang sudah dibuat. Apakah untuk membangun sarang burung walet,membuat rumah dan toko, membuat barak,berjualan sembako,usaha meubel,usaha perbengkelan dan usaha lainnya yang menambah pendapatan,” terang Agung.

“Tapi kalau pinjam uang di Bank tanpa perencanaan ataupun sudah di buat perencanaan namun setelah uang keluar, penggunaan uang kesana-kemari diluar peruntukan yang ada, itu sangat merugikan.

Akhirnya dengan gaji yang sedikit,lalu malas turun ke sekolah untuk mengajar,bahkan akhirnya menjadi guru gaji, guru yang turun kesekolah saat gajian. Ini tidak bisa diterima. Gaji besar atau pun gaji sedikit, guru harus  melaksanakan tugas dan kewajibannya,” sambung mantan Sekwan dan mantan Camat Miri Manasa itu.

Kondisi salah satu sekolah  di pedalaman Gumas yang di kunjungi Kadisdikpora. (Media Dayak/Ist)

Agung mengingatkan guru di Gumas tidak menjadi guru gaji. Guru dimintanya menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

Mencintai dan setia terhadap tugas dan tanggung jawab, selayaknya suami mencintai isterinya,dan isteri mencintai suaminya. Karena dengan cinta dan setia, guru menjalankan tugas dan tanggung jawan dengan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah, tidak suam-suam kuku.

“Guru memiliki tanggung jawab terhadap kualitas anak didik dan kemajuan sekolah. Guru harus memberikan panutan yang baik kepada anak didik dan masyarakat melalui sikap, perbuatan dan tutur kata yang baik, karena guru di gugu dan ditiru,” pungkas Agung.(Nov/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close