Kabut Asap Kian Memburuk, Dewan Minta Pemerintah Ambil Sikap

Niksen S. Bahat

Palangka Raya, Media Dayak

       Semakin memburuknya bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), mendapat perhatian serius dari Kalangan DPRD Kalteng. Pasalnya, bencana Kabut asap yang kerap terjadi tiap musim kemarau ini sangat berdampak pada kesehatan dan kegiatan belajar–mengajar di sekolah.

Menurut anggota DPRD Kalteng, Niksen S. Bahat, Provinsi tetangga seperti Kalimantan Barat (Kalbar) telah mengambil sikap atas dampak dari bencana kabut asap, dengan cara menyebarkan surat edaran langsung dari Gubernur Kalbar Sutarmidji, agar seluruh sekolah mengurangi aktifitas belajar–mengajar selama bencana kabut asap berlangsung.

“Akankah Provinsi Kalteng mengikuti langkah ini, karena dengan kondisi udara yang sangat tidak sehat seperti sekarang ini, sudah selayaknya para peserta didik di sekolah-sekolah diliburkan untuk sementara waktu, seperti yang dilakukan oleh Provinsi tetangga,”Ucap Niksen, saat dibincangi Wartawan di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Kamis (12/9).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau (Pulpis) ini juga mengatakan, saat memburuknya bencana kabut asap seperti saat ini, pilihan terbaik adalah mengurangi aktifitas diluar rumah guna meminimalisir gangguan kesehatan. Sehingga pihak Pemerintah melalui Dinas Pendidikan diharapkan bisa mengambil kebijakan seperti yang diterapkan oleh Provinsi tetangga.

“Dalam keadaan seperti ini mengurangi aktifitas diluar rumah adalah pilihan terbaik, guna  meminimalisir gangguan kesehatan akibat dampak dari kabut asap. Karena, memundurkan jam masuk sekolah, mengurangi aktivitas diluar kelas maupun himbauan pemakaian masker tetaplah kurang efektif terkecuali bila seluruh ventilasi ruang kelas bisa ditutup. Namun untuk saat ini kita minta Pemerintah melalui Dinas/Instansi terkait bisa mengambil kebijakan seperti yang dilakukan oleh Provinsi tetangga, ”Tegasnya

Selain itu  sambungnya, para peserta didik yang masih duduk di bangsu Sekolah dasar (SD) dan Taman Kanak – Kanak (TK), masih banyak yang belum mengerti arti dan tata cara penggunaan masker yang benar sebagai proteksi diri sederhana, sehingga dikhawatirkan para siswa SD dan TK lah yang paling merasakan dampak buruk terutama dari segi kesehatan.

“Para siswa yang msh kecil, dalam arti masih duduk di bangku SD maupun TK banyak tidak mengerti arti dan bagaimana cara pemakaian masker yang benar sebagai proteksi diri sederhana, terlebih untuk siswa yang naik motor atau berjalan kaki ke sekolah sudah pasti akan lebih mudah terpapar kabut asap, apalagi mereka yang mempunyai riwayat penyakit asma akan semakin menderita. Semoga kabut asap ini bisa segera tertangani,”Pungkas Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini.(Nvd)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close