Kabupaten Gunung Mas Kekurangan Guru SD dan SMP

Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Gumas, Wandra, saat mendampingi Kadisdikpora monitoring guru SD/SMP baru baru ini.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun,Media Dayak

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) harus mendapat perhatian dari Pemerintah. Karena terdapat kekurangan guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) SD dan SMP di Kabupaten Gumas.

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Gumas, Wandra, Sabtu (29/2/2020) pagi via telepon.

“Kita (Gumas) memiliki guru SD PNS 1.181 orang, guru honor 472 orang, dari 178 unit SD.Guru PNS SMP 397 orang, guru honornya 249 orang, dari 59 unit SMP,” kata Wandra.

Gbr 2. Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar (kiri) bersama Bapem Perda DPRD Gumas tentang desa adat baru baru ini melakukan pertemuan dengan Pemkab Bangli, Provinsi Bali.(Media Dayak/Ist)

“Jadi kita masih kekurangan 149 orang guru SMP,dan  823 orang  guru SD,” ujar dia.

Diakuinya kekurangan itu karena penempatan guru yang tidak merata, serta adanya penumpukan guru di sejumlah Kecamatan.“Kami sudah sampaikan ke Bapak/Ibu Anggota Dewan Yang Terhormat terkait kekurangan guru SD dan SMP untuk diketahui,” kata Wandra.

“Melalui penerimaan CPNS tahun ini,kekurangan itu dapat di atasi,karena itu (kekurangan guru) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah,” jelas dia.

Kekurangan guru mendapat perhatian Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar dan Waket DPRD Binartha.

Gbr 3. Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar,Waket DPRD Binartha,Sekwan dan Bapem Perda DPRD Gumas tentang desa adat usai pertemuan dengan Pemkab Bangli,Provinsi Bali.(Media Dayak/Ist)

Aker dan Obin berharap kekurangan guru SD dan SMP dapat diatasi melalui penerimaan CPNS tahun ini, dan kedepan jika peraturannya ada, keduanya berharap dapat diangkat guru honor untuk mengisi kekurangan guru di Gumas.

“Kekurangan guru tidak hanya di Kabupaten Gunung Mas, tapi juga di Kabupaten lainnya di Indonesia,” kata Obin.

“Ya kita berharap Pemerintah memperhatikan hal tersebut,sehingga kekurangan yang ada dapat di atasi sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi lancar,” tukas Aker.(Nov)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close