Jembatan Tu’un Dusun Pararawen Mulai Dilakukan Perbaikan

 PERBAIKAN JEMBATAN TU’UN-Dinas PUPR Barito Utara mulai melakukan perbaikan Jembatan Tu’un yang berada di Dusun Pararawen, Kamis (5/3) kemarin.(Media Dayak/Dinas PUPR Barut)

Muara Teweh, Media Dayak

Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat mulai melakukan perbaikan jembatan Tu’un yang berada di Dusun Pararawen Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah.

                Perbaikan jembatan tersebut atas permintaan dan keluahan warga dusun setempat terkait kelayakan Jembatan Juun. Jembatan penghubung antara dusun tersebut dengan induk desa-nya dilakukan perbaikan oleh Dinas PUPR.

Kepala Dinas PUPR Ir Iwan Rusdani melalui Kabid Bina Marga Rody, Kamis (5/3) siang kemarin mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan perbaikan terhadap jembatan Tu’un yang merupakan jembatan penghubung dari Dusun Pararawen ke Desa Lemo II.

“Sesuai dengan arahan dari pimpinan maka untuk perbaikan jembatan yang konstruksinya dari kayu tersebut kita menggunakan dana unit perawatan rutin (UPR),” kata Rody, Kamis (5/3) melalui pesan WhatsApp (WA).

Menurut Rody, dalam perbaikan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin sekalipun anggaran perbaikan tidak masuk dalam APBD tahun anggaran 2020. “Mudahan untuk APBD 2021 nanti bisa dianggarkan untuk jembatan Tu’un,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Jempatan Tu’un yang menghubungkan Dusun Pararawen dan Desa Lemo II nyaris ambruk. Berdasarkan pantauan, ditemukan beberapa tiang penyangga sudah patah termakan usia. Karena membahayakan, warga pun takut melewati jembatan tersebut sekalipun menjadi urat nadi perekonomian warga.

Sebelumnya juga, saat melakukan reses, Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Permana Setiawan mengatakan usulan-usulan warga Dusun Pararawen terfokus pada jembatan. Jembatan Tu’un tersebut pada tahun 2013 pernah dilakukan perehaban, namun kondisi untuk desain tidak bisa lagi dengan kayu ulin, dan harus dirubah.

Permana menambahkan, pemerintah daerah tidak mengabaikan masalah tersebut, kembali lagi ke masalah anggaran. “Tapi dengan duduk bersama DPRD, pemerintah daerah dan tim anggaran untuk membahasnya. Mungkin jembatan tersebut tidak dilaksanakan 100 persen artinya paling tidak dilaksanakan bertahap dengan dengan membangun pondasi terlebih dahulu,” katanya.

Waket I DPRD Barito Utara juga berharap kedepan pemerintah daerah dan DPRD duduk satu meja untuk menanggapi usulan-usulan warga di Dusun Pararawen ini.(lna/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close