Jembatan Penghubung Dusun Pararawen dan Desa Lemo Nyaris Ambruk

Wakil Ketua I DPRD Barito Utara Permana Setiawan saat melakukan peninjauan jembatan Tu’un yang merupakan jembatan penghubung Dusun Pararawen menuju Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah rusak.(Media Dayak/Ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Jembatan Tu’un yang menghubungkan Dusun Pararawen dan Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut) nyaris ambruk. Ada beberapa tiang penyangga yang sudah mengalami patah termakan usia. Akibatnya, warga sekitar takut untuk melewati jembatan yang nyaris ambruk tersebut.

Hal tersebut diungkapkan warga Dusun Pararawen saat pertemuan dengan Wakil Ketua I DPRD Barito Utara Permana Setiawan saat melakukan reses di daerah pemilihannya, pada Minggu (23/02/2020).

Kepala Dusun Pararawen, Adiono mengatakan, atas nama warga memohon kepada Pemerintah Daerah agar jembatan dan jalan lainnya di daerah ini diperbaiki. Seperti halnya kondisi jembatan Tu’un yang kondisinya nyaris ambruk, dimana jembatan tersebut membuat warga takut untuk melintas jembatan tersebut.

Hal senada juga dikatakan Andi, anggota BPD Dusun Pararawen yang mengatakan ada tiga buah jembatan yang kondisinya memperihatinkan dan perlu perbaikan, dan salah satunya jembatan Tu’un yang sudah nyaris ambruk,

Dikatakan Andi, jembatan tersebut merupakan jalan warga dan anak sekolah untuk menuju desa Lemo. Warga berharap jangan sampai ada korban, baru ditindaklanjuti.

Sementara, Wakil Ketua I DPRD, Permana Setiawan mengatakan, usulan-usulan warga Dusun Pararawen terfokus pada jembatan. Jembatan Tu’un tersebut pada tahun 2013 pernah dilakukan perehaban, namun kondisi untuk desain tidak bisa lagi dengan kayu ulin, dan harus dirubah.

Permana menambahkan, pemerintah daerah tidak mengabaikan masalah tersebut,  namun kembali lagi ke masalah anggaran. “Tapi dengan duduk bersama DPRD, pemerintah daerah dan tim anggaran akan membahasnya. Mungkin jembatan tersebut tidak dilaksanakan 100 persen, artinya paling tidak dilaksanakan bertahap dengan dengan membangun pondasi terlebih dahulu,” katanya.

Waket I DPRD Barito Utara juga berharap, ke depan pemerintah daerah dan DPRD duduk satu meja untuk menanggapi usulan-usulan warga di Dusun Pararawen ini.(lna)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close