Jaya Sambut Baik  Shalat Istisqo dan Doa Bersama.

Bupati Jaya Samaya Monong.(Foto/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

     Bupati Gunung Mas(Gumas)Jaya Samaya Monong menyambut baik shalat istisqo dan doa bersama yang dilakukan Pemkab Gumas,Kementrian Agama(Kemenag)Gumas,Majelis Ulama Indonesia(MUI)Gumas serta tokoh Agama Kristen dan Hindu untuk meminta hujan kepada Allah SWT di taman kota Kuala Kurun,Senin(23/9)pagi.

“Kendati saya tidak bisa hadir,tapi saya menyambut baik,saya dukung kegiatan itu,karena sebagai umat beragama,sumber pertolongan kita hanyalah dari Tuhan,” kata Jaya,Selasa(24/9)sore via telepon.

Doa yang dipanjatkan dengan penuh kesungguhan dan percaya, Bupati meyakini Tuhan mendengar dan mengabulkannya.

“Doa mampu mengubah segalanya,” tegas Jaya.

Diberitakan sebelumnya,shalat Istisqo di gelar di taman kota Kuala Kurun,Senin(23/9)pagi,dipimpin Kepala Kemenag Gumas H Anang Rusli selaku imam yang memimpin Doa,di hadiri Kepala Kejaksaan Negeri(Kajari)Gumas Koswara,Ketua Pengadilan Agama(PA)Kuala Kurun Kelas II Muhammad Aliyuddin,Waket PA Misbachul Anam,Hakim PA Nur Fatah dan Sekretaris PA Darwis,Waket Pengadilan Negeri(PN)Kuala Kurun Kelas II Rudi Ruswoyo,Hakim PN Amir dan Sekretaris PN Exman,Kabag Sumda Polres Gumas Kompol Surya Fahmi,Kasi Pidum Kejari Gumas M Hamidun Noor,Kasubsi B Kejari Gumas Rendy Bahar Putra,Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Gumas Muhamad Rusdi,Kasatlantas dan ratusan peserta shalat lainnya.

Shalat dilakukan dengan penuh kekhusukan.Doa-doa dipanjatkan kepada Allah SWT,memohon kemurahan Allah SWT agar dapat menurunkan hujan ke Gumas dan Kalimantan Tengah sehingga bencana kabut asap akibat Karhutla dapat hilang dan kondisi lingkungan dapat  normal kembali.

Dalam Khotbahnya usai shalat,Ketua MUI H Fahmi mengatakan,keadaan seperti sekarang ini,semua masyarakat Gumas perlu meminta kemurahan Allah SWT untuk mengirimkan hujan ke Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau dan Kalimantan Tengah umumnya.

“Marilah kita memperbaiki diri kita,kita mohon pertolongan Allah SWT untuk dapat menurunkan hujan,sehingga bencana kabut asap yang ada dapat hilang,dan keadaan menjadi baik kembali,” himbau Fahmi.

Dari Kristen Protestan Doa dipimpin Pdt Edison B Kuni,dan dari Agama Hindu,Doa dipimpin Ode,diikuti Sekda Yansiterson, Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Kelas II Darminto Hutasoit,Kasi Intel Kejari Gumas Henry Elenmoris Tewernussa,Kasi Datun Janang M A R, dan Kasubag Pembinaan Kejari Gumas Erisna.

“Kita(Pemkab)sambut baik kegiatan seperti ini.Sebagai manusia kita memiliki keterbatasan dalam mengatasi bencana kabut asap dan kemarau panjang,sehingga kepada Tuhan lah kita meminta dan memohon belas kasih-Nya agar dapat diturunkan hujan ke wilayah Gunung Mas dan Kalimantan Tengah umumnya sehingga kabut asap dapat hilang. Tuhan sumber pertolongan kita,” tutur Yans usai kegiatan.

Yans berharap tidak ada lagi Karhutla yang terjadi di Gumas,baik saat ini maupun kedepan,karena dampak buruk Karhutla bagi manusia tidak hanya dirasakan sekarang,tapi dirasakan pada waktu mendatang.

“Mari dengan bijak dan  penuh kesadaran,masyarakat tidak melakukannya(membakar hutan dan lahan sembarangan),karena dampak buruknya kita semua rasakan saat ini,” kata Yans.

Dia pun memberi apresiasi kepada personel TNI, Polri, Tagana (Taruna Siaga Bencana) Karhutla, Damkar (Pemadam Kebakaran) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Gumas yang sudah bekerja keras memadamkan kebakaran yang terjadi di Kuala Kurun dan beberapa titik Karhutla di beberapa wilayah di Gumas.(Nov)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close