Ini Kebijakan Pemanfaatan Energi Kalteng

Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri membacakan sambutan Gubernur di acara Rapat Paripurna ke-11, Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020 dalam agenda jawaban Gubernur Kalteng atas pemandangan umum fraksi-fraksi pendukung DPRD Kalteng terhadap dua Raperda Provinsi Kalteng di Gedung DPRD Kalteng, Senin (24/02/2020). (Media Dayak/Humas Prov)

Palangka Raya, Media Dayak

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran mengungkapkan berbagai kebijakan dan strategi yang bisa disumbangkan oleh Provinsi Kalteng dalam mengatasi persoalan pemanfataan energi belum efisen dapat di daerah ini.

Kebijakan tersebut diungkapkan Gubernur melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri saat Rapat Paripurna ke-11, Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020 dalam agenda jawaban Gubernur Kalteng atas pemandangan umum fraksi-fraksi pendukung DPRD Kalteng terhadap dua Raperda Provinsi Kalteng di Gedung DPRD Kalteng, Senin (24/02/2020). 

“Pemanfaatan energi yang efisien merupakan isu yang menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi. Oleh karena itu telah dilakukan tindakan-tindakan memberi pemahaman bagi seluruh masyarakat Kalteng mengenai efisiensi pemanfaatan energi, baik melalui edukasi maupun kebijakan di lingkup sektoral,” katanya.

Gubernur mengungkapkan, kebijakan yang telah dilakukan antara lain ; peningkatan SDM ASN sebagai Auditor Energi untuk mengikuti pelatihan/diklat; Sosialisasi gerakan hemat energi di setiap instansi lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng, Kabupaten/Kota;

Dilanjutkan dengan mengkampanyekan gerakan hemat energi di Instansi Pemerintah, BUMN, BUMD, Badan Usaha dan Ormas; Mendorong penggunaan produk/peralatan listrik hemat energi; dan lain sebagainya.

Sugianto mengatakan, sosialisai tersebut dilaksanakan tahun 2018 sampai dengan 2023 pada lampiran Raperda. “Hal ini karena Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dibuat berdasarkan pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang diterbitkan pada Tahun 2017,” ujar mantan Anggota DPR-RI 2014 tersebut melalui sambutan tertulisnya.

Oleh karena itu RUED membuat proyeksi mulai tahun 2018. RUEN sendiri ditetapkan tahun 2017, namun mengunakan data tahun 2015 sebagai awal proyeksi. 

“Pada awalnya Raperda RUED diusulkan untuk dibahas mulai tahun 2018. Namun karena terdapat kendala dalam pembahasannya, maka mundur pada awal tahun 2020 baru bisa dibahas,” jelas Gubernur menjawab pertanyaan dari Partai Golongan Karya terkait dengan rencana umum energi daerah pada Rapat Paripurna masa persidangan 10 DPRD Kalteng Tahun 2020.(Yanting/aw)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close