Hutan Rakyat di Pulang Pisau Diharapkan jadi Percontohan

Palangka Raya, Media Dayak

       Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Siti Nurbaya menyebutkan,hutan rakyat yang berada Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) diharapkan sebagai percontohan di tingkat Nasional bahkan internasional.

“Hutan yang berada di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir ini akan kami jadikan sebagai yang terbaik,” katanya saat bertemu dengan kelompok tani di Pulang Pisau sekaligus meninjau pabrik kayu sengon milik PT. Naga Bhuana Aneka Piranti, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (8/5). Dari kayu Indonesia bisa memetik keuntungan, karena kayu olahan sangat dibutuhkan,” lanjutnya.

Di Amerika, setelah hutan rakyatnya diserahkan kepada masyarakat, pemerintah tidak lagi melakukan pendampingan. 

Berbeda dengan konsep yang Pemerintah Indonesia terapkan, meski telah diserahkan kepada masyarakat namun pendampingan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Hal inilah yang akan kita sukseskan bersama-sama, sehingga konsep pengelolaan seperti ini dapat menjadi contoh di tingkat internasional,” ungkap Siti Nurbaya didampingi Bupati Kabupaten Pulang Pisau Edy Pratowo.

Guna mewujudkannya diperlukan kerjasama dari pihak kementerian, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten. Untuk itu, pihaknya meminta agar pemerintahan di setiap tingkatan, merapatkan barisan dan menyatukan persepsi yang dimiliki.

Jika hutan tersebut berhasil dijadikan sebagai yang terbaik di tingkat internasional sekaligus percontohan bagi negara lainnya, maka akan berdampak positif terhadap pembangunan, khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Siti menegaskan, pihaknya juga secara berkala mengikuti perkembangan serta pergerakan harga mulai dari tingkat petani hingga tingkatan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengontrol harga jual kayu sehingga tidak merugikan masyarakat.

“Pengusaha tidak diperbolehkan menentukan harga seenaknya, maka dari itu disinilah peran dan keterlibatan pemerintah guna mencegah hal itu terjadi,” jelasnya.

Lebih lanjut Menteri Siti Nurbaya memaparkan, pemerintah juga akan membantu para petani melalui sistem kredit usaha rakyat yang akan disalurkan melalui perbankan. Pemberian kredit kepada petani disertai dengan plafon, agar dana yang disalurkan efektif dan efisien.

Dia juga memerintahkan stafnya untuk menyiapkan tenaga teknis sebagai penghubung petani kepada berbagai pihak terkait, baik perusahaan maupun pemerintah. Hingga nantinya kayu hasil hutan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak ada yang terbuang.

“Saya bersama Bapak Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo menyiapkan 20 Ribu hektar lahan di sini, untuk industri perkayuan di Pulang Pisau, dan akan menjadikan sebagai contoh kerja yang bagus bagi Nasional bahkan skala Internasional,” terangnya.

Dijelaskan, rakyat yang menanam pohon, lalu industri akan menyerap/membeli hasil tanamam perkayuan milik rakyat tersebut. Dengan bantuan penyuluhan yang diberikan oleh pihaknya, petani kayu di bimbing untuk menghasilkan kayu yang berkualitas.(Ytm/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close