Harga Bawang Putih Berangsur Normal

MEMANTAU – Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Lilis Suriani bersama Satgas Pangan dan Dinas Terkait saat memantau harga bawang putih di pasar besar Kota Palangka Raya, Rabu (12/2) (Foto/Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

Setelah beberapa hari lalu sempat mengalami kenaikan harga hingga mencapai Rp 60.000 perkilogram, di beberapa pasar tradisional Kota Palangka Raya, kini harga bawang putih berangsur mulai normal yakni Rp 45.000 – Rp 50.000 perkilogram.

Naiknya harga salah satu bumbu dapur tersebut diduga dampak dari adanya virus corona di negeri yang dijuluki tirai bambu, pasalnya saat ini Indonesia masih impor bawang putih dari Tiongkok, China.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Lilis Suriani menegaskan jika stok bawang putih saat ini dari importir di pusat mencukupi hingga untuk 7 bulan ke depan. 

“Saat ini kita antisipasi dengan Satgas pangan, sesudah itu distribusi jalurnya kita sudah terima surat dari pusat bahwa di Jakarta harga bawang putih itu dari importirnya RP 30.000, jadi nanti kita koordinasi supaya memberi tahu pedagang yang lain,” paparnya saat melakukan sidak harga di pasar besar Palangka Raya bersama tim Satgas Pangan dan Dinas Terkait, Rabu (12/2)

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri  Disperindag Kalteng, Jenta mengakui, sempat melonjaknya harga bawang putih disebabkan pemerintah untuk menahan untuk sementara waktu pembelian bawang putih di akibatkan adanya virus corona.

“Pemerintah kemarin menahan dan cari informasi dulu apakah terkait dengan virus corona, melalui barang (bawang putih,red) juga bisa menular, ternyata setelah pihak pusat berkoordinasi, baik dengan negara pengimpor, maupun dengan pemerintah di tingkat pusat, ternyata virus itu tidak menular melalui barang, virus itu hanya menular melalui manusia,” jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, begitu kita mendapatkan informasi itu bahwa pengiriman barang aman, maka pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian membuka kembali impor bawang putih dari China.

Meskipun harga bawang masih ada lonjakan, namun pihaknya mengakui hal tersebut adalah wajar. “Kenaikannya masih wajar, mungkin dalam beberapa hari ke depan, harganya bisa turun lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, akan terus melakukan pemantauan di sejumlah pasar untuk memastikan kalau harga tetap terjangkau untuk masyarakat. 

“Pemerintah  Provinsi Kalimantan Tengah sudah membentuk tim pengendali pangan yang akan bekerja untuk kebutuhan pangan termasuk mengontrol harga di daerah ini,” pungkasnya. (YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close