Gubernur Minta Pejabat di Tiga Daerah Mampu Menjawab Isu Negatif Kekurangan Kalteng

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran foto bersama pejabat yang hadir sesuai memimpin rapat pembahasan rencana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia di Aula Eka Hapakat, kantor Gubernur Kalteng, Selasa, (25/6). (Media Dayak/Yanting) 

Palangka Raya, Media Dayak 

     Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)  H. Sugianto Sabran meminta kepada tiga daerah yang direncanakan menjadi areal baru pemindahan ibu kota Pemerintahan baru tepis beberapa isu negatif kekurangan Kalteng sebagai pilihan utama.

Hal itu Gubernur sampaikan saat memimpin rapat rapat pembahasan rencana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia di Aula Eka Hapakat, kantor Gubernur Kalteng, Selasa, (25/6).

Rapat dihadiri Bupati Gunung Mas, Bupati Katingan dan Wakil Walikota Palangka Raya beserta jajarannya.

Pada rapat yang juga hadiri Dewan Riset  Daerah, Dewan Adat Dayak, Akademisi dan Instansi terkait itu Gubernur mengakui beberapa kekurangan Kalteng dibandingkan Kalimantan Timur (Kaltim) saat ditetapkan nantinya.

Diantaranya Kalteng di bidang infrastruktur kalah dengan Kaltim, namun masih memiliki banyak keunggulan lainnya. Untuk itu perlu kawasan disiapkan sepeti kawasan pelabuhan, bandara dan lain-lainnya. 

Kalteng diisukan kekurangan cadangan air bersih, untuk itu Kabupaten Gunung Mas, Palangka Raya dan Gunung Mas harus bisa menjawabnya.

“Untuk itu, Bupati/Walikota dan Bappeda masing-masing daerah bisa menjawab dan menyampaikan keadaan daerah masing-masing, sesuai dengan realita, seperti yang telah kita ketahui, bahwa kita memiliki air yang berlimpah dan tidak seperti yang diisukan,” beber Gubernur.

 Sebab pada dasarnya Kalteng tidak pernah kekurangan bahan baku air bersih untuk memenuhi ibu kota baru nantinya. “Kita memiliki cadangan sumber air bersih yang memadai” sambung Gubernur.

Demikian juga masalah banjir, apa dan bagaimana solusinya harus bisa dijawab. Pasalnya masyarakat Kalteng sebenarnya terbiasa tinggal dan hidup dibantaran sungai.

Dari segi sosial budaya menurut Gubernur masyarakat Dayak sangat terbuka terhadap kemajuan, dan rencana pemindahan pusat pemerintahan baru dimaksud. Disebutkan akan banyak untungnya dari pada ruginya bila Kalteng dipilih.

Untuk itu menjelang paparan ke Pemerintah Pusat apa kekurangan dan keunggulan Kalteng harus terdata apik, termasuk sejarah adanya Rusia pernah membangun infrastruktur di Kalteng era Presiden Soekarno tahun 1957-1960an lalu jika memang ada dan mana saja lokasinya.

Ditegaskan Gubernur dari segi kesiapan sumber daya manusianya, Kalteng juga harus bisa menjawabnya, yang luar biasa potensi ekowisata, dan budayanya. Dinas Pariwisata harus mampu menampilkan keindahan orang Dayak, pintanya.

Tiga Kepala Daerah masing-masing Katingan, Gumas dan Kota Palangka Raya dalam rapat tersebut diberi kesempatan memaparkan keunggulan dan kesiapan daerahnya sebagai lokasi pemindahan ibu kota negara baru dari Jakarta ke Kalteng.(Ytm/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close