Fogging Kurang Efektif Cegah DBD

Suyuti Syamsul

Palangka Raya, Media Dayak

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul mengungkapkan fogging atau pengasapan terhadap nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) yang biasa dilakukan untuk mengurangi tumbuh kembang nyamuk DBD, dinilai kurang efektif untuk mencegah berkembangnya nyamuk DBD.

Pasalnya, menurut mantan Kepala Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei ini, upaya pengasapan tersebut hanya membunuh nyamuk dewasa atau yang bisa terbang. Akan tetapi, larva dan telur nyamuk yang berada di permukaan air atau genangan air tidak mati.

“Kalau sekarang harus lebih hati-hati dan peka terkait pencegahan DBD ini. Cuma kami sarankan dan menganjukan bukan dengan cara fogging untuk pembasmian DBD, mengingat cara itu kurang dan bahkan tidak efektif,” urainya, Rabu (22/01).

Selain tidak membunuh larva dan telur nyamuk, fongging hanya efektif 24 jam membunuh nyamuk dewasa. Artinya setelah 24 jam nyamuk dapat kembali berkembang biak, sekalipun tempat tersebut sudah difongging sebelumnya.

Hal lain yang menjadi asalan fongging tidak disarankan untuk membasmi DBD, karena disatu sisi upaya pengasapan tersebut juga dapat membunuh binatang lain yang menjadi pemangsa alami dari nyamuk, sebut saja laba-laba, cicak dan binatang predator lainnya.

“Masa untuk membunuh nyamuk harus fogging tiap hari, kan tidak mungkin. Lagi pula kalau fogging terus-terusan, nyamuknya jadi kebal. Maka dari itu, pangasapan itu sebetulnya tidak disarankan untuk pembasmiaan DBD,” terangnya

Meski demikian Suyuti menjelaskan, dengan alasan tersebut bukan berarti fongging tidak diperkenankan dilakukan. Pengasapan tersebut bisa dilakukan, namua dibatasi pada tempat tertentu terutama pada daerah yang baru pertama kali diserang wabah DBD.

“Ya, fongging tidak ada salahnya, tetap boleh dilakukan. Hanya saja, dibatasi dan dilihat juga daerahnya di mana. Misalkan ada daerah yang tidak pernah ada demam berdarah lalu tiba-tiba ada,” katanya.

Lebih lanjut Suyuti mengatakan, pemberantasan sarang nyamuk efektif dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan mengawasi genangan air di lingkungan. Selain itu, sangat dianjurkan pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan menutup, mengubur dan menguras (3M).(Ytm/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close