Evandi Dukung Jaya Gereja di Gumas Harus Miliki Usaha

Evandi, anggota DPRD Gumas.(Foto Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Anggota DPRD Gunung Mas (Gumas), Evandi mengatakan dirinya mendukung Bupati Jaya Samaya Monong yang merindukan semua gereja di Gumas memiliki kegiatan usaha sebagai salah satu sumber pendapatan gereja.

“Yang beliau (Jaya) rindukan, saya pun merindukan hal yang sama. Gereja-gereja di daerah ini dapat memiliki sumber pendapatan melalui kegiatan usaha yang dilakukan, sehingga ketergantungan dengan jemaat dalam pembiayaan pelaksanaan kegiatan keagamaan dan kegiatan pelayanan gereja lainnya dapat di minimalisir,” kata Evandi, Senin (17/11).

Menurutnya, kegiatan usaha yang dapat dilakukan gereja seperti membangun sarang burung walet, usaha dibidang peternakan, pertanian, perikanan, membangun rumah toko (ruko) dan usaha lainnya yang mendatangkan pendapatan bagi gereja, dan dengan pendapatan itu gereja dapat membiayai kegiatan keagamaan dan kegiatan pelayanan gereja lainnya.

“Sebelum kegiatan usaha dilakukan, musyawarahkan dulu dengan jemaat. Hasil usaha sebesar-besarnya untuk kepentingan kegiatan keagamaan dan kegiatan pelayanan gereja ataupun membantu jemaat yang tidak mampu, bukan untuk kepentingan orang per orang ataupun kelompok,” tandas Evan.

Jemaat pun tambah dia, tetap memiliki tanggung jawab, berkorban mendukung kegiatan keagamaan dan kegiatan pelayanan gereja, sesuai kerelaan dan kemampuan demi kemuliaan nama Tuhan.

“Dengan gereja memiliki kegiatan usaha,tidak lagi sepenuhnya bergantung dengan jemaat. Seperti kegiatan Natal, Paskah dan lainnya. Jiwa dan semangat enterpreneur harus dimiliki gereja dan jemaatnya,” tukas wakil rakyat Dapil III tersebut.

Sebelumnya, Jaya Samaya Monong menyatakan dirinya merindukan gereja-gereja yang ada di Gumas memiliki kegiatan usaha sebagai salah satu sumber pendapatan gereja.

“Kerinduan saya begitu ya, semua gereja di wilayah ini punya kegiatan usaha, sebagai salah satu sumber pembiayaan kegiatan keagamaan Nasrani ataupun kegiatan gereja lainnya. Gereja harus memiliki keinginan dan semangat enterpreneur demi kemajuan yang diharapkan,” kata Jaya, Kamis (14/11)

Menurut Jaya, kegiatan usaha yang bisa dilakukan gereja, seperti membangun sarang burung walet, mendirikan bangunan rumah toko (ruko), atau kegiatan di sektor pertanian dalam arti luas (perkebunan, kehutanan, peternakan dan pertanian) dan bentuk usaha lainnya yang memberi pemasukan dana bagi gereja dalam mendukung kegiatan kerohanian.

“Kalau gereja memiliki itu (kegiatan usaha), kegiatan Natal, kegiatan Paskah dan kegiatan gereja lainnya tidak lagi sepenuhnya berasal dari jemaat pembiayaannya. Ketergantungan dengan jemaat dapat dikurangi. Kendati begitu (gereja memiliki kegiatan usaha), jemaat tetap bisa berkorban, mendukung kegiatan pelayanan gereja bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala gereja,sumber keselamatan,” tutur Jaya.

Ia pun mengapresiasi beberapa gereja di Gumas yang sudah memiliki kegiatan usaha, seperti bangunan sarang burung walet dan ruko. Gereja lainnya, diharapnya dapat mengikuti hal itu.

“Kegiatan usaha yang dilakukan, tentu harus dimusyawarahkan dengan jemaat, dan asas tranparansi itu harus diterapkan, karena kegiatan usaha yang dilakukan, hasilnya bukan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok, tapi untuk mendukung kegiatan kerohanian dan pelayanan gereja lainnya,” tegas Jaya mengakhiri. (Nov)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close