DPRD Kalteng Dorong Pemanfataan Teknologi Pendidikan di Wilayah Pelosok

Foto : Kuwu Senilawati

Palangka Raya, Media Dayak

Pendidikan merupakan ujung tombak dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SD) yang berkualitas, oleh karena kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong Pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang berbasis teknologi Teknologi, khususnya untuk ujian dan belajar mengajar hingga  Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Menurut anggota DPRD Kalteng Kuwu Senilawati, selain pemanfataan perkembangan teknologi Digitalisasi berbasis Komputer, bisa saja kedepan akan ada sistem ujian berbasis android. Namun untuk pelaksanaannya di lapangan, jelas membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai serta jaringan/sinyal.

“Untuk bisa mewujudkan itu, pemerintah daerah harus melengkapi dulu fasilitas di sekolah-sekolah, khususnya di daerah, seperti dipersiapkan sarana Wifi di sekolah, untuk memaksimalkan penggunaan android,” Ucap Kuwu Senilawati, saat dibincangi Dayak Pos, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, pekan lalu.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, untuk menunjang hal tersebut terutama di wilayah pelosok, jelas memerlukan sinyal dna jaringan yang memadai dari pihak provider . Sayangnya persoalan yang ada saat ini adalah sulitnya sinyal di pelosok desa, yang kurang mendukung sistem tersebut. Bahkan masih ada beberapa desa yang tidak memiliki jaringan telekomunikasi, dimana masyarakatnya mesti mencari sinyal di area-area tertentu. Sehingga, dirinya berharap kedepan, pemerintah bisa lebih menekankan peningkatan teknologi di pedesaan.

“Kalau di Jakarta ataupun di luar negeri, masyarakatnya kerap menggunakan teknologi teleconference untuk lini pendidikan, seperti pada penerapan homeschooling (kegiatan belajar mengajar di rumah..-red), yang menggunakan teleconference antara murid dan guru. Kondisi itu bisa dilakukan di Kalteng, dalam upaya menanggulangi kekurangan guru bidang studi yang ada. Artinya melalui teknologi tersebut, para guru bisa memberikan pelajaran tanpa dihalangi ruang dan waktu,” Terang Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan ini.

Selain itu, sambungnya, sejumlah hal terkait teknologi lainnya yang bisa diterapkan, seperti perpustakaan berbasis digital. Kalteng bisa melaksanakan konsep itu secara bertahap, melalui pengembangan di kabupaten khususnya pedesaan. Banyak manfaat yang bisa didapat, ketika sistem itu bisa diwujudkan.

“Kita tidak lagi dengan direpotkan menunggu buku paket datang, atau kesulitan mencari materi untuk belajar ataupun mengajar. Melalui perpustakaan digital semua hal yang berkaitan dengan itu, bisa ditindaklanjuti,” Pungkas Politisi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.(Nvd)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close