DPRD Barito Timur Minta RMU Dikelola Secara Profesional

Ketua DPRD Barito Timur, Nursulistio

Tamiang Layang, Media Dayak

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), Nursulistio meminta Rice Milling Unit atau pabrik beras modern yang merupakan bantuan dari berasal Pemerintah Provinsi, agar dikelola secara profesional.

“Tujuannya adalah untuk mensejahterakan petani dan terciptanya beras lokal Barito Timur yang bisa diproduksi dan dipasarkan,” kata Nursulistio di Tamiang Layang, Rabu (05/02/2020).

Menurut politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu, RMU yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalteng, bertujuan untuk mengatasi sirkulasi gabah agar tidak keluar daerah, sehingga mampu diproduksi secara mandiri.

Dikatakannya, Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur melalui Terminal Agribisnis pada UPTD Balai Benih Serealia dan Buah Buahan di Desa Rodok Kecamatan Dusun selaku pengelola saat ini, diharapkan serius mengelolanya, sehingga bermanfaat bagi masyarakat di wilayah setempat.

Di era modernisasi saat ini, RMU seharga Rp2 miliar, dengan kapasitas produksi beras mencapai 1,3 ton per jam atau 10 ton lebih per hari, merupakan pabrik beras yang mumpuni. RMU juga merupakan pabrik beras yang langsung mengemas beras dalam bentuk kemasan.

“Atas bantuan RMU itu, kita sangat berterimakasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, karena sangat membantu pembangunan dan pengembangan di sektor pertanian,” kata Nursulistio.

Sedangkan tanam padi perdana bersama dengan Gubernur Kalteng Sugianto di Desa Tumpu Ulung Kecamatan Pematang Karau diharapkan memberikan spirit atau semangat bagi masyarakat, khususnya petani.

“Semoga dengan adanya tanam perdana akan memberikan semangat bagi petani untuk bercocok tanam dengan telaten, sehingga tercipta swasembada pangan di Barito Timur,” katanya.

DPRD Barito Timur, terus berupaya mendorong peningkatan program pembangunan di sektor pertanian agar tercipta percepatan swasembada pangan yang berdampak positif pada ekonomi kemasyarakatan.

“Masyarakat yang berprofesi sebagai petani akan terangkat perekonomiannya jika sektor pertanian terus dikembangkan. Tujuan utama pembangunan adalah mensejahterakan masyarakat,” pungkas Nursulistio. (Ant)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close