Dinsos Kalteng Kenalkan Kerajinan tangan panti sosial Pada Kalteng Trade Expo 2020

Foto – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kalteng Budi Santoso (batik merah) berfoto bersama  Sekda Kalteng Fahrizal Fitri (tengah) saat mengunjungi stand Dinsos di kegiatan Kalteng Trade Expo 2020 di komplek pameran Temanggung Tilung Kota Palangka Raya.(Media Dayak/Novan)

Palangka Raya, Media Dayak

Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan wilayah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), dimana sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat lokal, bahkan dapat dipergunakan untuk membuat beragam kerajinan, yang mencerminkan ciri khas suatu daerah.

Oleh karena itu Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalteng mengenalkan kerajinan tangan, dimana kerajinan ini diolah serta dikelola secara langsung oleh para panti sosial binaan instansi setempat ke Kalteng Trade Expo 2020 yang dilaksanakan komplek pameran Jalan Temanggung Tilung Kota Palangka Raya, kemarin.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Provinsi Kalteng Budi Santoso, Kegiatan Kalteng Expo ini merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan karya tangan dari sejumlah panti sosial binaannya, disamping memperkenalkan kerajinan-kerajinan khas Kalteng kepada masyarakat luas terutama wisatawan.

“Ada yang membuat keset, pakaian berbahan batik, senjata tajam khas Kalteng serta berbagai hal lainnya yang kini juga sudah dikenalkan dipasar tradisional yang berada di Kalteng. Hal ini tentu bertujuan agar kerajinan-kerajinan khas Kalteng bisa dikenal oleh masyarakt luas,”Ucap Budi Santoso, saat dibincangi Mediadayak.co.id, Minggu (8/3).

Dirinya juga mengungkapkan, produk yang ditampilkan di stand Dinsos Kalteng itu milik masyarakat yang dibina di UPT Panti Sosial Bina remaja (PSBR), Panti Sosial Bina Laras (PSBL), Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) dan Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) yang ada di Kota Palangka Raya.

“Untuk bahan baku dari kerajinan semuanya disiapkan oleh UPT Panti Sisial setempat. Mereka yang dibekali bagaimana cara mengolah produk kerajinan tangan tersebut, tidak lain tujuannya agar mereka suatu saat bisa mengembangkan usaha tersebut di masyarakat. Bahkan Produk-produk mereka ini sebenarnya sudah ada dijual di sejumlah pasar tradisional di Kota Palangka Raya. Bahkan uang hasil penjualan juga untuk mereka yang membuat,”Terangnya.

Selain itu, sambung Budi, setiap tahunnya pihaknya selalu memberikan ilmu keterampilan tangan kepada mereka yang masuk di UPT PSBR dan PSKW milik Dinsos Kalteng.

“Tiap tahunnya ada sekitar 20 orang yang tidak mampu diberikan pelatihan pihak Dinsos Kalteng. Kemudian Setelah diberikan pelatihan selama 6 bulan, mereka nantinya juga akan kembali daerah asalnya dan diharapkan bisa mengembangkan usaha melalui ilmu yang sudah dibekali dan Umur dari mereka yang dilakukan pembinaan hal yang positif tentunya dari 18-30 tahun, bahkan Selain kerajinan tangan, mereka memberikan pelatihan otomotif,”Tandasnya.

Dikatakan Budi, apa yang dilakukan instansinya itu tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan kerajinan – kerajinan Kalteng bagi masyarakat luas, tetapi hal ini diharapkan dapat menekan meningkatnya angka kemiskinan di Bumi Tambun Bungai.

“Dengan memberikan ilmu keterampilan kepada masyarakat, agar masyarakat kita bisa berkembang serta bisa menghidupi keluarganya dengan pendapatan yang mereka dapatkan dengan karya-karyanya selama ini,”Pungkasnya.(Nvd)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close