Dewan Dorong Dinas PKAD Memaksimalkan Penggunakaan Uang PJU

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Katingan, Fahrul Razi

Kasongan, Media Dayak

Wakil Ketua (Waket) II Dewan Perwkilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, Fahrul Razi mendorong Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah (PKAD) Kabupaten Katingan agar memaksimalkan penggunaan pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) atau Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang diterima dari PT PLN (Pesero) rayon Kasongan.

Menurutnya, biaya pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan oleh Dinas Perkimtan selama ini masih belum maksimal dalam pelayanannya, lantaran kurangnya anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan lampu-lampu penerangan jalan. ”Terutama puluhan lampu untuk penerangan di beberapa sudut jalan kota Kasongan sebagai ibu kota Kabupaten Katingan,” ungkap Fahrul.

Padahal, PPJ (PJU) yang dterima dari PT PLN (Pesero) rayon Kasongan sekitar Rp7,9 miliar setiap tahunnya. Tapi konon menurut legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Dinas Perkimtan hanya menerima anggaran untuk biaya pemeliharaan dan perawatan lampu-pampu penerangan jalan di Kabupaten Katingan pada umumnya dan di Kasongan pada khususnya hanya sekitar Rp1,6 miliar per tahun.

Dirinya memang menyadari, uang sebesar Rp7,9 Miliar, yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan melalui Dinas PKAD tersebut, tidak semuanya digunakan untuk kepentingan penerangan jalan, tapi akan digunakan pula untuk berbagai kebutuhan pembangunan lainnya.

“Kalau bisa anggarannya ditambah disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga, kinerja Dinas Perkimtan di sektor pelayanan penerangan jalan dapat maksimal,” harap anggota dewan asal daerah pemilihan (Dapil) Katingan I yang meliputi kecamatan Katingan Hilir, Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan ini.

Menurutnya, masih banyak jalan-jalan di ibu kota Kabupaten Katingan yang masih gelap gulita di malam hari. Dan, kalau jalan di ibu kota dalam keadaan gelap tanpa lampu penerangan, selain pemandangan ibukota tidak terlihat asri, yang lebih dikhawatirkan lagi adalah bagi pengguna jalan.

“Maksudnya, lantaran gelap gulita tanpa lampu penerang jalan ketika malam tiba, akan mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara dan bagi masyarakat Katingan dan hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (Kas/aw)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close