BNNP Kalteng Gagalkan Pengiriman Sabu ke Gumas

Kepala BNNP Kalteng Kombes Pol. Marudut Hutabarat di dampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kalteng AKBP I Made Kariada menunjukkan barang bukti kurang lebih 400 gram sabu, saat gelar press release di aula BNNP Kalteng, Rabu (16/10). (Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

Coba bawa sabu seberat kurang lebih 400 gram dalam 4 paket plastik dari Banjarmasin Kalimantan Selatan, ke Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng), MB (38) dan HS (42) berhasil diendus oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng.

Kepada pers, Rabu (16/10) Kepala BNNP Kalteng Kombes Pol. Marudut Hutabarat menjelaskan penangkapan kedua tersangka oleh pihaknya terjadi pada tanggal 21 September 2019 lalu diruas jalan Banjarmasin-Palangka Raya, dekat Desa Taruna, Pulang Pisau pukul 15.30 sore.

Pihaknya menyebut, sebelumnya BNNP Kalteng menerima laporan masyarakat akan ada pengiriman paket sabu ke Gumas  menggunakan kendaraan roda empat yang di gunakan tersangka.

Benar saja, saat dilakukan razia bersama dengan Pos Polisi perbatasan dengan Kota Palangka Raya, paket barang haram tersebut disimpan kedua tersangka dalam plastik warna hitam, ada sejumlah 4 bungkus masing-masing berisi kurang lebih 100 gram sabu dalam bentuk bubuk warna putih.

Menurut Kepala BNNP Kalteng, sejauh ini pihaknya menyelelidiki keterlibatan FH (narapidana) salah seorang napi kelas II Lapas Palangka Raya yang disebut-sebut menyuruh kedua tersangka membawa barang haram itu. 

“Selain narkotika jenis sabu, dari tangan MB, kami menyita dua buah HP dan tas merek Eiger sebagai barang bukti untuk pengusutan lebih lanjut,” terang Kepala BNNP Kalteng yang baru saja di lantik pada tanggal 3 Oktober 2019 yang lalu di Jakarta.

Ditegaskannya, kedua tersangka tersebut akan dikenakan pasal 114 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1) pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2019, tentang narkotika, dengan ancaman diatas 5 tahun penjara.

Lebih lanjut, pihaknya menyatakan akan terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan mempelajari jaringan pengedar baik skala regional, nasional bahkan internasional.

“Hal tersebut merupakan salah satu langkah menekan peredaran narkoba melalui pemutusan jaringan, termasuk resedivis dari dalam penjara yang kadang mampu mengendalikan sabu, meski dalam masa penahanan,” pungkasnya.(Ytm/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close