Bencana Asap Pada Puncaknya

Rapat persiapan menaikkan status dari Siaga menjadi Tanggap Darurat, Minggu (15/9). (Media Dayak/Darmawanto)

Palangka Raya, Media Dayak

Hari demi hari bencana asap terus menghantui Kalimantan Tengah terutama kota Palangka Raya. Setiap detik dan setiap waktu warga dihinggapi rasa kekhawatiran dan ketakutan akan teror asap yang setiap saat terhirup.

Minggu dini hari adalah puncak  kota Palangka Raya diselimuti kabut asap tebal dan mengganggu jarak pandang mata, tak hanya sampai di sini saja bahkan mata pun terasa gatal dan pedih apalagi menjelang pagi dan siang hari.

Bahkan jadwal keberangkatan dan kedatangan pun bisa dikatakan hampir lumpuh total karena jarak pandang, itupun hanya satu penerbangan yang berhasil terbang sedangkan kedatangan dan keberangkatan selanjutnya bisa dipastikan lumpuh total.

Melihat kejadian ini, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Forkopinda dan seluruh Kepala SOPD menggelar rapat terkait kondisi kota dan semakin pekatnya kota akibat kabut asap dan melumpuhkan penerbangan, Minggu sore (15/09).

Rapat yang menghadirkan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya serta BPBD Provinsi Kalteng di gelar di ruang rapat PK II di pimpin oleh Sekda Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu dan hadir pula Kapolres Palangka Raya AKBP. Timbul RK Siregar dan Kasdim 1016/Plk Mayor Inf. Wiyanto dan Plt. Kepala BPBD Kalteng Mofit Saptono untuk mendengar keterangan BMKG seputar kondisi kota.

BMKG melalui juru bicaranya mengatakan bahwa asap tebal dan pekat yang menyelimuti kota saat ini adalah selain dari kota juga merupakan asap kiriman dari arah tenggara yaitu Kabupaten Pulang Pisau dan sebagian Kelampangan.

Selain itu juga menurut BMKG bahwa angin tersebut membawa asap pekat bekas kebakaran hutan dan lahan ke arah dan menyelimuti kota Palangka Raya yang terjadi dari pagi hingga petang.

Perlu diketahui alat ISPU yang berada di Bunbes sempat mencatat kualitas udara berbahaya ke arah di atas 1000 sampai 2000 dan itupun sempat menurun kemudian naik kembali dan menjadikan jarak pandang tak lebih dari 350 M.

Selang beberapa waktu kemudian Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin datang dan ikut mendengarkan keterangan dari Kepala SOPD dan pendapat dari BPBD Kalteng terkait dampak asap sebelum menaikan status kota dari Siaga ke Tanggap Darurat.

Fairid mengatakan bahwa menaikkan status ke Tanggap Darurat harus memenuhi aturan yang telah ditetapkan, ujarnya setelah mendengar penjelasan BPBD mengenai tata cara menjadi status Tanggap, dan itu nanti akan menjadi wewenang Provinsi dalam pelaksanaan dan kota harus memenuhi syarat yang ditentukan.

“Saat ini secara kasat mata kota sedang dalam tanggap darurat, secara aturan kita akan mengumumkan setelah syarat-syarat terpenuhi,” ucapnya.(Dmt/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close