Balai Bahasa Kalteng Ajak Awak Media Meningkatkan Kompetensi Menulis

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, I Wayan Tama foto bersama peserta penyuluhan bahasa Indonesia di M Bahalap Hotel, Palangka Raya, Senin (25/11).(Media Dayak/Asep)

Palangka Raya, Media Dayak

Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mengajak awak media massa, mahasiswa dan pelajar di kota Palangka Raya untuk lebih meningkatkan kompetensi dalam menulis karya jurnalistik maupun karya sastra.

Kepala Balai Bahasa Kalteng, I Wayan Tama mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian beberapa waktu lalu yang hasilnya menunjukkan bahwa awak media massa di Kalteng masih perlu meningkatkan kemampuan dalam menulis ragam jurnalistik.

“Berdasarkan hasil kajian yang kami lakukan, maka Balai Bahasa Kalteng menggelar kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia di media massa bagi awak media se-Kalimantan Tengah ini,” katanya, Senin (25/11) di M Bahalap Hotel, Palangka Raya.

I Wayan Tama menyatakan, tujuan penyuluhan bahasa adalah agar pekerja media dapat memiliki kepiawaian dalam menulis berita maupun tajuk rencana. Kepiawaian dalam menulis akan dikompetisikan di tingkat nasional. 

Kepala Balai Bahasa Kalteng ini menyebutkan bahwa dua tahun belakangan ini, sudah ada dua media massa di Kalteng yang telah berhasil menorehkan prestasi 10 besar penggunaan bahasa indonesia terbaik di tingkat Nasional.

“Kedepan, saya berharap media lokal kalteng mampu berkiprah di tingkat nasional. Sebagai pegiat media, mari menyikapi dengan tekad untuk memiliki kepiawaian dalam menulis, terutama dalam menyampaikan budaya lisan yang dipublikasikan dalam bentuk tulisan,” ucapnya. 

I Wayan Tama juga berharap agar budaya dan kepiawaian dalam menulis tidak hanya dilakukan oleh awak media massa, tapi dilakukan juga oleh mahasiswa dan pelajar. Pasalnya, berdasarkan hasil survei menyatakan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat rendah dalam budaya menulis, bahkan berada di bawah negara Thailand. 

“Mari sama-sama tingkatkan kompetensi menulis dan manfaatkan media massa sebagai ajang menulis bahasa negara. Saya juga berharap adik-adik yang sekolah maupun mahasiswa mulai melatih diri karena SMA dan perguruan tinggi merupakan kawah melatih Sumber Daya Manusia (SDM) handal,” ajaknya.

I Wayan Tama juga  mengajak semua pihak untuk menjadi figur untuk menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga terjadi pemahaman yang sama di masyarakat, baik makna yang diungkapkan maupun yang dipahami dari karya jurnalistik.

“Balai bahasa sungguh berharap agar semua pihak menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghela dan bahasa pembangunan. Karena bahasa bukan sekedar alat komunikasi, tapi sebagai pembentuk karakter dan pengungkap jati diri,” kata I Wayan Tama.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng, M Haris Sadikin 

bersyukur bahwa kerja sama yang terjalin antara Balai Bahasa Kalteng dengan PWI Kalteng sudah mencapai tahun ke empat.

“Alhamdulillah, kerja keras dan kegigihan Balai Bahasa Kalteng untuk terus mendorong pekerja/media massa berbenah diri untuk menerapkan kaidah bahasa Indonesia dalam karya jurnalistik sudah membuahkan hasil dengan prestasi dua media massa di tingkat nasional,” katanya.

Haris menyadari bahwa ego media massa susah disandingkan dengan kaidah bahasa Indonesia atau kata yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sebagai contoh adalah penggunaan kata online oleh media massa karena khawatir masyarakat tidak paham istilah daring.

“Mari sama-sama belajar dan menundukan hati serta mengurangi ego hati untuk menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah yang ada dalam media massa masing-masing,” imbau Haris.

Ketua Panitia penyuluhan bahasa Indonesia di media massa bagi awak media se-Kalteng, Sitohang Muston melaporkan bahwa kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia adalah kegiatan rutin Balai Bahasa yang dilakukan setiap tahun. 

“Peserta kegiatan ini sebanyak 100 orang yang terdiri dari awak media massa, lembaga pers mahasiswa, dan perwakilan SMA di kota Palangka Raya. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dari 25 sampai 27 Nopember 2019. Materi disampaikan oleh narasumber dari Balai Bahasa, PWI dan LPP TVRI Kalteng,” tutup Sitohang Muston.(aw)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close