Aktivitas Masyarakat Telengke Kurang Maksimal

Imung

Kondisi ruas jalan di desa Telengkle kecamatan Tasik Payawan kabupaten Katingan yang terendam banjir lantaran hujan hampir setiap hari di daerah tersebut.(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Lantaran banjir yang belum dapat diatasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, sehingga hampir 1 KM ruas jalan di desa Telengke kecamatan Tasik Payawan tidak bisa dijalani oleh masyarakat setempat. “Dengan demikian aktivitas masyarakat Telengke kurang maksimal,” kata Imung, Kepala Desa (Kades) Telengke kepada sejumlah media, Jum’at (28/2) pagi tadi, seraya menyebutkan ruas jalan yang terendam banjir dan tidal bisa dijalani secara normal itu, adalah dari desa perumahan penduduk desa Telengke kea rah jalan Baun Bango.

            Karena, ruas jalan tersebut menurutnya merupakan jalan satu-satunya bagi masyarakat setempat untuk hilir-mudik dalam menjalankan aktivitasnya. Sedangkan jalan sungai untuk masa sekarang ini sudah tak pernah lagi digunakan. “Pasalnya, sejak berfungsinya jalan darat tujuh tahun yang lalu, sejak itu pula sebagian besar masyarakatnya menjual kelotoknya. Sehingga sudah tujuh tahun juga tidak pernah lagi memiliki kelotok,” terangnya.

            Aktivitas dimaksud menurutnya bukan masalah kerjaan yang ada di lingkungan desa Telengke.  Kalau ruas jalan di sekitar Telengke untuk saat ini tidak terkena banjir, tapi di pertengahan jalan yang disebutkan itulah yang mengalami banjir. Dan, justru di titik ruas jalan yang terkena banjir dengan ketinggian lebih 1 meter itu pulalah yang justru menjadi jalan yang sangat penting hilir-mudiknya masyarakat setempat membawa hasil pertanian, perkebunan dan perikanannya untuk dijual ke Kasongan, ibukota Kabupaten Katingan.

 “Artinya, jika ruas jalan tersebut tidak bisa dijalani dengan kendaraan roda dua dan roda empat, secara otomais pula, semua masyarakat di desa Telengke tidak memperoleh hasil dari aktivitasnya sebagai petani dan nelayan,” jelasnya.

            Tentang kondisi ini menurutnya sudah disampaikan kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan. Namun demikian, atas nama masyarakat Telengke, dirinya berharap kepada Pemkab Katingan melalui Dinas PUPRP setempat agar meninjau langsung ke ruas jalan tersebut. Sehingga, bisa secepatnya untuk dilakukan peningkatan. “Paling tidak untuk sementara ini bisa diurug (timbun) dengan tanah/pasir setinggi 1,5 meter. Sehingga, aktivitas masyarakat setempat bisa lancar seperti biasa,” harapnya.

            Selanjutnya, dengan kondisi banjir seperti sekarang ini, kalau tokh terpaksa juga masyarakat Telengke ingin melaukan perjalanan ke Kasongan, mau tidak mau dan suka tidak suka masyarakat setempat menurutnya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mebayar biaya getek Dungan jumlah sekitar Rp 50 ribu pulang pergi (pp)/1 unit kendaraan roda dua, dan jika tanpa menggunakan kendaraan biayanya sekitar Rp 10 ribu/orang. “Makanya dalam kondisi seperti ini bagi masyarakat yang kurang mampu hanya berdiam diri saja di rumahnya,” tandasnya.

            Sekedar diketahui, ruas jalan yang terendam banjir hampir sepanjang 1 KM itu menurutnya sudah terjadi sejak Katingan menjadi Kabupaten. Sejak itu hingga sekarang Dinas PUPRP belum pernah melakukan penimbunan. Padahal, bajir di daerah itu berulang-ulang setiap tahunnya. (Kas/Lsn) 

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close