Ada Larangan Harus Ada Solusi

CEK LAPANGAN-Anggota DPRD Barito Utara, Iqbal Reza Erlanda dan Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Kristanto Situmeang saat turun lapangan mengecek lokasi terbakarnya lahan yang berada di daerah jalan Pnedreh, Kecamatan Teweh Tengah, belum lama ini.(Media Dayak/ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Hampir beberapa pekan lamanya kabut asap tebal menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah termasuk di Kabupaten Barito Utara (Barut), sehingga jarak pandang terbatas, mata merah, kepala pusing, bahkan penyakit ISPA meyerang di segala usia.

Iqbal Reza Erlanda salah satu anggota DPRD Barut menegaskan agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali, ia minta kepada aparat untuk memberikan sanksi secara tegas untuk oknum yang sengaja membakar hutan dan lahan.

“Akibat oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan pembakaran lahan dan hutan, yang terkena dampaknya adalah orang banyak. Selain menyebabkan kabut asap, hutan yang berada disekitarnya sebagai tempat masyarakat mencari sesuap nasi juga ikut terbakar,” jelasnya, kemarin.

Anak mantan Bupati Barito Utara, Ir H Achmad Yuliansyah ini juga menyampaikan bahwa dirinya sangat menghargai masyarakat yang memang benar-benar berlandang, meraka hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Aturan yang tidak membolehkan membakar ladang, ia meminta kepada pihak terkait agar mencari solusi bagi masyarakatnya.

“Berladang dengan cara membakar tidak diperbolehkan, bagaimana nasib masyarakat yang memang kerjaannya sebagai petani. Hal ini, harus ada solusi bagi masyarakat, jangan melarang jika tidak ada solusi. Masyarakat mungkin saja tidak ingin membakar, namun tuntutan kebutuhan mengharuskan mereka melakukan hal tersebut,” ujar Iqbal.

Ia juga mengatakan, jika solusi itu sudah diberikan kepada masyarakat dirinya meyakini tidak akan ada para petani yang ditangkap bagaikan memburu seorang teroris. Jika solusi sudah diberikan, masih ada para oknum yang membakar lahan, silahkan tindak tegas dan hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Saya juga kasihan kepada masyarakat yang memang benar-benar berladang, oleh karena itu saya ingin ini agar cepat dicarikan solusinya. Contohnya, dialihkan berladang dengan cara sistem modern, segeralah turun lapangan dan ajarkan kepada masyarakat bagaimana berladang sukses dengan cara tersebut. Jika membuka lahan diharuskan menggunakan alat berat, berikan solusinya. Misalkan membuka lahan secara gratis untuk masyarakat,” pungkasnya.(lna/Lsn)