Ada 43 Kasus Perceraian di Kecamatan Tewah Sepanjang 2019

Damang Kepala Adat Kecamatan Tewah, Patha Asi (kanan), berbincang akrab dengan Kapolsek Tewah, Iptu Nanang Mauludi,SH. (Media Dayak/Novri JK Handuran).

Kuala Kurun, Media Dayak

Damang Kepala Adat Kecamatan Tewah, Patha Asi, mengatakan, sepanjang tahun 2019, kedamangan Tewah sudah menangani 43 kasus perceraian.

“Perceraian bersama 29 kasus, dan perceraian sepihak 14 kasus,” jelas Patha, Jumat (7/2/2020), didampingi sekretaris Damang, Pramono Ahmad, mantir adat Kecamatan Tewah, yakni Mantir M Hinting, Rajut Janas, Bustami H Juhran, dan ketua mantir adat kelurahan Tewah Simerman U Isa. Patha mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan perceraian, diantaranya keberadaan media sosial (Medsos).

Jaya Samaya Monong.(Media Dayak/Novri JK Handuran)

“Tidak adanya kontrol diri dalam penggunaan media sosial, menyebabkan perceraian terjadi,” kata Patha. “Kami (kedamangan Tewah) selalu berikan himbauan kepada suami-isteri di wilayah ini untuk bijak dalam penggunaan media sosial. Suami-isteri harus membatasi diri. Jangan sampai media sosial merusak keharmonisan rumah tangga,”lanjut dia.

Sekretaris Damang, Pramono Ahmad, menyatakan, keakraban antara pria dan wanita di media sosial berpotensi menimbulkan hasrat untuk ingin bertemu.

“Kalau sudah bertemu, jelas rasa suka itu akan timbul, dan selanjutnya perbuatan terlarang itupun dilakukan. Kami berharap media sosial dapat dipergunakan dengan bijak oleh siapapun,” tegas Pram.

Beberapa waktu, Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, menghimbau masyarakat Gunung Mas untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial.

Menurut Bupati, media sosial dapat memberikan dampak positif dan negatif.“ Dampak negatif, apabila salah menggunakannya. Dampak positifnya, media sosial mempermudah komunikasi, dan memberikan informasi yang educatif dan mencerdaskan. Pergunakanlah media sosial dengan bijak,”pungkas Bupati. (Nov)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close