Abdul Razak Dipastikan Tetap Maju di Pilkada 2020

Abdul Razak (Tengah) usai berbincang bersama Pasangan Petahana, di Sekretariat DPD Partai Golkar Kalteng, kemarin.(Media Dayak/Novan)

 Palangka Raya, Media Dayak

        Menanggapi pendaftaran pasangan Petahana H. Sugianto Sabran dan Habib Said Ismail Bin Hasan untuk meraih kembali posisi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2020 – 2025, Ketua dewan pertimbangan DPD Partai Golongan Karya (Golkar) H. Abdul Razak menegaskan, bahwa dirinya akan tetap maju sebagai bakal calon Gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalteng, yang akan digelar secara serentak pada tahun 2020 mendatang, meskipun pasangan Petahana mendaftar melalui Partai Golkar.

Menurutnya, siapa saja boleh mencalonkan diri sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur melalui Partai Golkar. Pasalnya, hal tersebut merupakan hak seseorang untuk mengabdikan dirinya membangun Bumi Tambun Bungai.

“Tidak ada masalah, siapapun yang mau mendaftar jadi Kepala Daerah melalui Partai Golkar, baik itu dari Petahana atau dari mana saja, karena itu merupakan hak seseorang yang ingin mengabdikan dirinya untuk Kalteng dan tidak bisa dilarang,”Ucap Razak, saat dibincangi media ini, di Sekretariat DPD Partai Golkar, jalan Imam Bonjol, Kamis (10/10).

Abdul Razak yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng ini mengatakan, Partai Golkar telah secara resmi membuka pendaftaran dan membentuk tim penjaringan,  sehingga siapapun yang mendaftar harus diterima dengan baik.

“Intinya siapapun yang mendaftar melalui Partai Golkar, harus kita terima dengan baik, bahkan tadi saya dan pasangan Petahana ini juga sudah sedikit berbincang-bincang, dimana mereka menyampaikan bagaimana kedepannya membuat Kalteng ini menjadi lebih baik lagi, bahkan tidak hanya dengan Petahana, saya juga sudah berbincang dengan calon – calon yang lain seperti kemarin dengan pak Nadalsyah,”Ujar wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara ini.

Selain itu, sambung Razak, siapa yang nantinya akan mendapat rekomendasi menjadi bakal calon Kepala daerah, sepenuhnya bergantung pada keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar serta koalisi untuk melengkapi kursi. Pasalnya, saat ini Partai Golkar telah mendapatkan 6 kursi di Provinsi dan untuk mengusung calon kepala daerah, minimal harus mendapatkan 9 kursi.

“Tentunya siapa yang nanti diusung sebagai bakal calon kepala daerah, semuanya tergantung pada keputusan DPP serta melihat dari koalisi untuk melengkapi kursi yang saat ini Partai Golkar mendapat 7 kursi di Provinsi, jadi masih perlu 2 kursi lagi. Namun siapapun yang menjadi pasangan saya nanti, intinya saya siap apabila Partai menugaskan saya untuk maju sebagai calon kepala daerah,”Pungkas mantan Bupati Kabupaten Kobar ini.(Nvd)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close