406 Pelanggaran Hasil Operasi Zebra Telabang 2019

ptu Rachmat Endro, Kasat Lantas Polres Gumas.(Foto/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun,Media Dayak

Kapolres Gunung Mas(Gumas)AKBP Yudi Yuliadin melalui Kasat Lantas Iptu Rachmat Endro menyatakan pelaksanaan Operasi Zebra Telabang 2019 yang digelar sejak 23 Oktober hingga 5 November telah berakhir.Jajaran Satuan Lalu Lintas(Satlantas) Kepolisian Resor(Polres)Gumas menindak tegas ratusan pelanggar,baik roda dua maupun roda empat.

”Ada 406 pelanggaran yang kita tindak dari operasi itu,terdiri dari 316 pelanggar diberikan sanksi tegas berupa tilang, dan 90 pelanggar lainnya diberikan teguran,” kata Endro,Rabu(6/11)kepada sejumlah pewarta.

Lanjut Endro,mayoritas pelaku pelanggaran didominasi pengguna jalan remaja berusia 15 hingga 20 tahun.

“Jenis pelanggarannya,mereka tidak bisa menunjukkan surat berkendara seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).Mereka juga tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman,” tutur Endro.

Dia jelaskan,pelaksanaan operasi zebra telabang  merupakan langkah pihaknya dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas).

“Sasaran utama dalam operasi zebra telabang yakni pengendara roda dua yang dibawah umur, pengendara yang tidak menggunakan helm, pengemudi yang tidak memakai sabuk pengaman, serta kelengkapan surat-surat dalam berkendara, seperti SIM dan STNK,” terangnya.

Sambung dia,sebelum operasi jauh-jauh hari pihaknya mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai apa saja yang menjadi sasaran dalam operasi tersebut.Pihaknya juga mendatangi sekolah-sekolah untuk meminimalisir penggunaan kendaraan roda dua bagi anak yang masih dibawah umur.

“Kendati(operasi zebra telabang)telah berakhir kami tetap himbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas,bijak dalam berkendara, meningkatkan budaya disiplin berlalu lintas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas(lakalantas)serta menghormati pengguna jalan lain. Kita harap masyarakat mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,karena keselamatan itu nomor satu,paling tidak buat diri sendiri,” kata Endro mengakhiri.(Nov/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close